Breaking News

INTERNASIONAL Ribuan Prajurit Taliban Dikepung di Lembah Panjshir 05 Sep 2021 12:42

Article image
Para pejuang berusaha menggagalkan upaya Taliban untuk melakukan kontrol atas wilayah Panjhir. (Foto: BBC)
Seorang juru bicara Front Perlawanan Nasional Afghanistan (NRF) mengatakan pertempuran sengit terus berlanjut dan ribuan Taliban telah dikepung.

KABUL, IndonesiaSatu.co --  Bentrokan sengit masih berlanjut di Lembah Panjshir, utara Kabul. Para pejuang perlawanan telah menggagalkan upaya Taliban untuk melakukan kontrol atas wilayah itu.

Tapi ada klaim dan kontra-klaim. Taliban mempertahankan bahwa mereka telah menguasai dua distrik lagi dan sedang menuju pusat provinsi.

Seorang juru bicara Front Perlawanan Nasional Afghanistan (NRF) mengatakan pertempuran sengit terus berlanjut dan ribuan Taliban telah dikepung.

Lembah Panjshir, rumah bagi 150.000 dan 200.000 orang, adalah pusat perlawanan ketika Afghanistan berada di bawah pendudukan Soviet pada 1980-an dan selama periode pemerintahan Taliban sebelumnya.

Pemimpin NRF, Ahmad Massoud, memuji protes para perempuan di Herat, dan mengatakan Panjshir terus melawan.

Tak satu pun dari klaim oleh NRF atau Taliban dapat diverifikasi secara independen.

Sebagai tanda lebih lanjut dari aktivitas bandara Kabul yang dilanjutkan setelah penarikan AS pekan lalu, maskapai penerbangan Afghanistan Ariana mengumumkan dimulainya kembali penerbangan internal ke tiga kota: Herat, Mazar-i-Sharif dan Kandahar.

TV Al-Jazeera mengutip duta besar Qatar yang mengatakan tim teknis dari Qatar telah berhasil membuka kembali bandara untuk menerima penerbangan bantuan.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken melakukan perjalanan ke Qatar pada hari Minggu. Negara ini memainkan peran mediasi kunci di Afghanistan, tetapi dia diperkirakan tidak akan bertemu siapa pun dari Taliban.

Kepala agen mata-mata Pakistan, ISI, Jenderal Faiz Hameed telah tiba di Kabul, tetapi tidak memberikan keterangan apa-apa ketika ditanyai oleh wartawan.

Seorang pejabat mengatakan kepada Reuters awal pekan ini bahwa dia dapat membantu Taliban mengatur ulang militer Afghanistan.

ISI telah dituduh oleh kekuatan Barat mendukung Taliban, sesuatu yang dibantah oleh Pakistan.

--- Simon Leya

Komentar