Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

GAYA HIDUP Riset: Merasa Lebih Muda dari Usia Mempengaruhi Kesehatan Otak 08 Jul 2018 20:18

Article image
Foto: Ilustrasi kesehatan otak lewat olahraga
“Bagi mereka yang merasa lebih muda dari usia mereka serta menjalani gaya hidup yang aktif secara fisik dan mental, biasanya memiliki otak yang lebih sehat,” demikian hasil riset.

NEW YORK, IndonesiaSatu.co-- Merasa lebih mudah dari usia ternyata mempengaruhi kesehatan otak. Kesimpulan ini didapat dalam riset yang dilakukan dengan pemindaian otak.

Periset menemukan, orang yang menganggap diri mereka lebih muda memiliki banyak materi abu-abu pada daerah kritis otak. Inilah yang menandakan kesehatan otak. Materi abu-abu memiliki banyak fungsi di dalam otak termasuk membersihkan otak dari kelebihan bahan kimia dan mengangkut glukosa.

Periset juga menemukan bahwa orang yang merasa lebih muda memiliki kinerja lebih baik pada tes memori. Bahkan, mereka juga tak mudah mengalami depresi.

Riset menggunakan 68 orang berusia 59-84 tahun sebagai subjek penelitian. Untuk mendapatkan hasil yang akurat, peneliti menganalisis apa yang dirasakan oleh orang-orang mengenai usia mereka yang sebenarnya. Peneliti juga membandingkan respon mereka terhadap pemindaian otak.

Menurut Profesor Jeanyung Chey selaku pemimpin riset, mereka yang merasa lebih muda memiliki karakteristik struktural dari otak yang lebih mudah.

"Temuan ini juga mempertimbangkan faktor lain seperti kepribadian, kesehatan subjektif, gejala depresi atau fungsi kognitif," papar Jeanyung Chey.

Dalam artikel di laman the Independent disebut bahwa riset ini telah diterbitkan dalam the journal Frontiers in Ageing Neuroscience. Periset berhasil membuktikan, seseorang yang secara subjektif merasa lebih tua dari usia mereka, bisa disebabkan karena perubahan biologis atau pilihan gaya hidup.

"Jika seseorang merasa lebih tua dari usia mereka, itu bisa menjadi tanda agar mengevaluasi gaya hidup, kebiasaan dan kegiatan yang dapat berkontribusi pada penuaan otak. Jika kondisi itu terjadi, maka disarankan agar segera mengambil tindakan perawatan yang lebih baik demi kesehatan otak," papar

Riset juga menemukan, mereka yang merasa lebih tua dari usia sebenarnya bisa menjadi indikator masalah yang lebih serius seperti tahap awal demensia. Kesadaran diri dari usia subjektif merupakan hal penting karena dapat memberikan informasi yang tidak dapat dideteksi tentang kesehatan otak seseorang.

“Bagi mereka yang merasa lebih muda dari usia mereka serta menjalani gaya hidup yang aktif secara fisik dan mental, biasanya memiliki otak yang lebih sehat,” demikian hasil riset.

--- Guche Montero

Komentar