Breaking News
  • BI: penurunan suku bunga mendorong intermediasi perbankan
  • BI: penurunan suku bunga sudah perhitungkan FFR
  • Perusahaan China bidik sejumlah proyek infrastruktur di Indonesia
  • Petambak Lombok berpenghasilan Rp20 juta per bulan
  • Tiga BUMN kembangkan pelabuhan dukung Tol Laut

INTERNASIONAL RMC Detusoko Wakili NTT ke Vietnam 04 Aug 2017 16:12

Article image
Remaja Mandiri Community (RMC) Detusoko, Ende mengirim salah satu kadernya untuk mengikuti workshop internasional di Vietnam. (Foto: Guche Montero)
Kegiatan workshop mengangkat topik terkait pembangunan ekonomi dan kewirausahaan berbasis kawula muda. Kegiatan selama lima hari dan diikuti oleh 80 peserta dari berbagai negara Asia Tenggara.

ENDE, IndonesiaSatu.co -- Remaja Mandiri Community (RMC) Detusoko, Ende yang dirintis sebagai salah satu wadah kreativitas dan pengembangan kawula muda berhasil mengirim salah satu kadernya, Benyamin Kanisius Raja Kapo mewakili NTT dan juga Indonesia Timur mengikuti workshop internasional Asean Economy Community (AEC) yang diselenggarakan di Vietnam.

Kepada IndonesiaSatu.co, Nando Watu selaku penggagas dan pendiri RMC Detusoko membenarkan keterwakilan salah satu kader RMC Detusoko dalam workshop internasional di Vietnam tersebut.

"Ya, RMC Detusoko dipercayakan untuk mengirim satu orang ke Vietnam setelah melewati tahap seleksi dan penentuan kriteria lain. RMC akhirnya mengutus Eka Raja Kapo ke Vietnam mewakili NTT dan juga salah satu peserta dari wilayah Indonesia Timur bersama 10 peserta lainnya yang mewakili Indonesia ke Vietnam," kata Nando.

Nando menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diinisiasi oleh Young South East Asean Leaders Initiative (YSEALI) dan didukung oleh pemerintah Amerika (USA).

Kegiatan workshop mengangkat topik terkait pembangunan ekonomi dan kewirausahaan berbasis kawula muda. Kegiatan selama lima hari dan diikuti oleh 80 peserta dari berbagai negara Asia Tenggara.

“Ini merupakan pertama kali peserta dari RMC dipercayakan mewakili NTT dan juga Indonesia dalam event internasional. Karena berbasis kawula muda sebagaimana Spirit RMC dirintis, maka kepercayaan ini merupakan suatu kebanggan juga motivasi bagi segenap kawula muda untuk berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi dan kewirausahaan sesuai dengan potensi daerah masing-masing," ungkap Nando yang juga giat dalam bidang pariwisata ini.

Nando mengharapkan agar kepercayaan yang diberikan kepada RMC menjadi terobosan baru bagi kawula muda dalam membangun jaringan/koneksi guna membangun kemandirian melalui kewirausahaan mulai dari tingkat lokal.

Ditambahkan Nando, RMC hanya salau satu wadah yang berupaya membangun kesadaran kawula muda mulai dari basis terkecil dalam lingkup kecamatan bahkan kampung Detusoko. Kawula muda memiliki potensi dan menjadi aset potensial jika diarahkan pada hal-hal yang bersifat produktif. Pembangunan perekonomian dan kewirausahaan menjadi modal bagi kawula muda untuk dapat hidup mandiri.

“Semoga keterwakilan RMC di Vietnam membawa dampak positif bagi kawula muda dan kehidupan soal," tandasnya.

 

--- Guche Montero

Komentar