Breaking News

PROPERTI Rukos Galuh Mas Jadi Investasi Pilihan di Karawang 17 Nov 2016 09:32

Article image
PT Galuh Citarum, pengembang kawasan Mandiri Galuh Mas di Karawang, kembali memperkenalkan rukos tahap 3 sebanyak 40 unit. (Foto: ist)
Karawang layaknya Shenzhen di Tiongkok. Semula Shenzhen tidak dipandang karena dianggap tertinggal. Namun, ketika Shenzhen berubah menjadi kota industri, kota ini berkembang pesat dan menjadi salah satu dari tujuh kota industri di Tiongkok.

MENYEBUT sunrise property, Karawang bisa disebut sebagai salah satunya. Ada beberapa hal yang membuat kawasan Karawang patut diperhitungkan. Anda pun perlu mencermati prospek kawasan ini sebagai sasaran pengembangan bisnis dan investasi.

Perkembangan Jakarta yang masif membuat harga tanah melambung tinggi. Orientasi ekspansi bisnis pun beralih ke timur yang dipandang potensial. Salah satunya Karawang. Sebagai kota Industri, Karawang menawarkan harga lahan yang masih jauh lebih murah dibandingkan Ibukota. Dari segi lokasi, Karawang mempunya lokasi strategis karena tidak terlampau jauh dari Jakarta dan menjadi lokasi perlintasan menuju berbagai kota di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

“Untuk saat ini, Karawang adalah salah satu kota industri terbesar di Indonesia. Banyak industri otomotif yang mulai pindah ke Karawang. Dengan banyaknya industri yang berpindah ke Karawang, Karawang akan berubah menjadi kota besar,” jelas Direktur Olympus Development Rano JAP.

Rano mengibaratkan Karawang layaknya Shenzhen di Tiongkok. Semula Shenzhen tidak dipandang karena dianggap tertinggal. Namun, ketika Shenzhen berubah menjadi kota industri, kota ini berkembang pesat dan menjadi salah satu dari tujuh kota industri di Tiongkok.

Demikian juga dengan Karawang. Hingga saat ini, Karawang adalah kota industri yang tergolong maju di Indonesia. Hal ini terlihat dari perkembangan kawasan dengan berbagai insfrastruktur penunjang, di antaranya, jalan tol yang menghubungkan dengan Jakarta serta rencana pembangunan kereta cepat yang salah satu titik perhentiannya adalah Karawang.

Pertumbuhan ekonomi di Karawang juga positif. Ini ditunjang tidak hanya sektor industri, tetapi juga beragam fasilitas publik. Pusat perbelanjaan seperti mal telah hadir di Karawang, demikian juga dengan hotel, rumah sakit dan sejumlah sekolah.

Rano mengungkapkan, jika sektor industri mulai berpaling ke Karawang, tidak hanya perusahaan atau pabrik yang berpindah. Para karyawan atau pegawai juga akan berpindah. Jika tenaga kerja industri berpindah, perpindahan ini kemungkinan tidak akan sekaligus membawa serta anggata keluarga. Untuk itu, selain pilihan tempat tinggal berupa apartemen, dibutuhkan rumah indekos (rukos) di Karawang.

“Investasi untuk rumah indekos atau rukos ini bisa dengan cara dijual kembali atau digunakan sendiri untuk disewakan. Jika membeli rukos ini, pembeli akan mendapatkan tanah atau lahan, bagunan, dan bisa disewakan,” kata Rano.

Kebutuhan tempat karyawan atau pegawai yang berpindah ke Karawang perlu dijawab dengan cepat. Belum lagi jika pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN yang terbuka, dimungkinkan tidak hanya pendatang lokal yang akan tinggal di Karawang. Sebagai kota industri, Karawang juga berpotensi sebagai salah satu lokasi tujuan kerja para tenaga kerja asing. Dengan kata lain, kebutuhan tempat tinggal di Karawang tidak hanya ratusan atau puluhan,tetapi juga bisa mencapai ribuan orang.

Menjawab kebutuhan dan peluang ini, PT Galuh Citarum, pengembang kawasan Mandiri Galuh Mas milik pengusaha Amin Supriyadi di Karawang, kembali memperkenalkan rukos tahap 3 sebanyak 40 unit, hasil kolaborasi antara PT Galuh Citarum dan Olympus Development.

 

 

--- Simon Leya

Komentar