Breaking News
  • Divestai Tuntas, Freeport Ganti Status Menjadi IUPK
  • IHSG menguat menyusul akumulasi beli investor asing
  • Jawa Barat diantisipasi dalam Pemilu 2019 karena miliki pemilih paling banyak
  • Libur Natal 2018, 71 Outlet BNI Tetap Beroperasi
  • Menperin: industri tak terdampak tsunami Selat Sunda

KEUANGAN Rupiah Menguat, Sri Mulyani Jelaskan Penyebabnya 09 Jan 2019 06:06

Article image
Menkeu Sri Mulyani. (Foto: Ist)
Saat Federal Reserve (Bank Sentral AS) mengumumkan bahwa mereka akan bersabar itu memberikan boost terhadap posisi Indonesia.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Sekarang ini kepercayaan terhadap perekonomian dan suasana global tetap harus diwaspadai, meskipun capital inflow sudah mulai terjadi sehingga neraca pembayaran menjadi lebih positif. Oleh karena itu, tekanan terhadap rupiah juga sudah terlihat semakin mengurang.

Keterangan ini disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati kepada wartawan usai menghadiri Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (7/1/2019) sore.

 “Tapi ini kita akan jaga terus bersama Bank Indonesia dari sisi persepsi karena kemarin dengan APBN yang kita sampaikan sangat positif, primary balance nya sudah mendekati nol, defisitnya jauh lebih kecil,” kata Sri Mulyani.

Kondisi itu, jelas Menkeu, menyebabkan premium terhadap kepercayaan terhadap surat-surat berharga di Indonesia menjadi meningkat. Sehingga saat Federal Reserve (Bank Sentral AS) mengumumkan bahwa mereka akan bersabar itu memberikan boost terhadap posisi Indonesia.

“Jadi ini yang akan kita coba terus perbaiki di dalam rangka untuk bisa meningkatkan positive sentiment pada awal tahun,” terang Sri Mulyani.

Sebagaimana diketahui berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS terus menguat. Pada transaksi Senin (7/1) ini, nilai tukar rupiah mencapai Rp14.105 menguat dibanding akhir pekan lalu Rp14.350 per dollar AS.

Mengenai arahan Presiden Joko Widodo, Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengatakan, bahwa melaksanakan apa yang sudah di dalam APBN 2019 itu penting. Karena kemarin penyerapan sudah bagus 99% tapi itu ditolong dengan belanja-belanja tambahan seperti Asian Games yang ditambahkan, kemudian anggaran bencana yang juga dipindahkan ke K/L, itu menyebabkan penyerapan lebih baik.

Tapi tentu, lanjut Menkeu, fokusnya jangan sampai menunggu terlalu lama karena perlu dilihat sampai 2019 itu penyerapannya juga menunggu pada bulan Desember.

“Jadi kalau bisa juga seawal mungkin karena banyak yang sudah disiapkan,” ujarnya.

Pemerintah, menurut Menkeu, juga fokus terhadap stabilitas harga pangan yang dijaga oleh seluruh Kementerian/Lembaga terkait. Kemudian juga untuk bagaimana meningkatkan positif terhadap kesempatan kerja.

 “Itu yang  menjadi salah satu yang akan kita fokuskan,” pungkasnya.

--- Redem Kono

Komentar