Breaking News

HUKUM Said Aqil Sebut Bahaya Laten Bukan PKI Tapi Radikalisme dan Terorisme 30 Mar 2021 13:24

Article image
Ketum PBNU Said Aqil. (Foto: CNN Indonesia)
Said Aqil mengatakan jaringan JAD memiliki ideologi siapapun yang tak sependapat dengan mereka kafir.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Ketum PBNU Said Aqil mengatakan bahaya terorisme masih mengancam kita. Said Aqil bahkan menyebut, bahaya laten bukanlah PKI (Partai Komunis Indonesia) tapi radikalisme dan terorisme.

Said Aqil mengatakan ini ketika berbicara dalam webminar Mencegah Radikalisme dan Terorisme untuk Melahirkan Keharmonisan Sosial, yang disiarkan di YouTube TVNU Televisi Nadhlatul Ulama, Selasa (30/3/2021).

“Itu artinya apa, bahaya laten terorisme masih mengancam kita. Mohon maaf saya berani mengatakan bukan PKI bahaya laten kita tapi radikalisme dan terorisme yang selalu mengancam kita sekarang ini," imbuhnya seperti dilansir detik.com.

Said Aqil angkat bicara terkait kasus aksi terorisme di Makassar hingga Condet, Jakarta.

"Kita semua dikagetkan dengan ledakan bom kemarin di Makassar, di Katedral Makassar, dalam keadaan suasana lagi prihatin menghadapi pandemi Covid-19 sudah agak lama kita tidak mendengar suara bom, kemarin kita dibisingkan dengan bom bunuh diri. Begitu pula ditemukan bom dan pemiliknya yang ditangkap di Condet," kata Said Aqil,

Lebih lanjut ia mengungkap diperkirakan ada 6.000 teroris yang belum tertangkap. Said Aqil meyakini kelompok teroris tersebut terafiliasi dengan jaringan terorisme Filipina Selatan, Poso dan jaringan JAD.

Said Aqil mengatakan jaringan JAD memiliki ideologi siapapun yang tak sependapat dengan mereka kafir. Oleh karenanya ia meminta kepolisian tidak ragu untuk memberantas terorisme karena tidak ada kekerasan mengatasnamakan agama.

"Saya harapkan kepada kepolisian tidak ragu-ragu, tidak gamang dalam memberantas terorisme itu. Kalau mau dalil saya kasih dalilnya," ujar Said Aqil.

"Jelas sekali ayatnya orang yang bikin gaduh, orang yang menyimpang dari komitmen kebangsaan kita Pancasila kita usir mereka itu, itu perintah Alquran itu jangan-ragu-ragu, walhasil Alquran dengan tegas tidak boleh ada kekerasan dengan mengatasnamakan agama," imbuhnya.

Seperti diketahui, ledakan bom bunuh diri terjadi di depan Gereja Katedral Makassar pada pukul 10.28 Wita, Minggu (28/3/2021). Pelaku bom bunuh diri yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan itu berboncengan menggunakan sepeda motor ke depan Gereja Katedral Makassar sebelum meledakkan bom.

--- Simon Leya

Komentar