Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

POLITIK Said Aqil Siradj Nyatakan NU Dukung Penuh Jokowi - Ma'ruf Amin 15 Aug 2018 16:55

Article image
Presiden Jokowi didampingi Mensesneg Pratikno bertemu dengan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj, Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, Rais Aam NU yang juga Ketua MUI Maruf Amin di kantor pusat PBNU, Jakarta, 7 November 2016. (Foto: Tempo)
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mengatakan, struktur di NU, warga nahdliyin, tidak usah digerakkan, tidak perlu dibayar, akan mendukung penuh.

JAKARTA, IndonesiaSatu.coDukungan kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Ma'ruf Amin di pemilihan presiden 2019 terus mengalir.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj di antaranya yang secara terbuka menyatakan dukungan penuh organisasinya kepada pasangan calon. Pernyataan dukungan dari Said Aqil Siradj bukan yang pertama.

"Karena yang maju adalah Rais Aam, jadi harus menang," ujar Said sebagaimana diberitakan Tempo.co, Selasa, (14/8/2018).

Said mengatakan, meski tidak berpolitik, NU memiliki bobot politis yang berat.

"Kami membantu mensukseskan, kendaraan politik-nya tentu PKB," ujar Said.

Dia juga mengklaim, seluruh struktur NU akan turut mendukung penuh Jokowi-Ma'ruf di pemilihan presiden 2019.

"Struktur kami di NU, warga nahdliyin, enggak usah digerakkan, enggak perlu dibayar, akan mendukung penuh," ujar Said.

Ma'ruf menjabat Rais Aam PBNU periode 2015-2020. Pria kelahiran Tangerang 75 tahun lalu itu menjadi ulama yang paling disegani di kalangan nahdliyin, sebutan untuk pengikut NU.

Sebelumnya diberitakan, Ma'ruf akan berangkat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekkah, Arab Saudi, pada besok pagi, Rabu, 15 Agustus 2018. Selepas dari Mekkah, Ma'ruf akan menanggalkan jabatannya selaku Rais Am PBNU.

Said Aqil menjelaskan, sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) PBNU, tidak boleh ada rangkap jabatan antara Rais Am dan jabatan politik.

"Jadi setelah Kiai Ma'ruf pulang dari haji, akan dilakukan rapat lengkap," ujar Said.

--- Simon Leya

Komentar