Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

POLITIK Kalah di Pilgub Jabar, Dedi Mulyadi: Manuver SBY Gerus Suara Kami 15 % 30 Jun 2018 13:54

Article image
Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Foto: Ist)
Dalam konferensi pers di Kota Bogor, SBY menyebut bahwa Pj Gubernur Jawa Barat M Iriawan menggeledah rumah dinas wakil gubernur.

PURWAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Cawagub no urut 4 di Pilkada Jabar sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi menganalisis sejumlah penyebab kekalahannya dalam pemilihan gubernur Jawa Barat.

Dedi menilai adanya pengalihan dukungan dari Deddy Mizwar dan dirinya ke paslon lainnya, terutama pasangan Sudrajat-Syaikhu. Yang pertama pengalihan dukungan tersebut menurut Dedi terjadi pada Debat Publik II Pilgub Jabar di Depok Jawa Barat. Saat itu, pasangan Sudrajat-Syaikhu memperlihatkan kaus bertuliskan #2019GantiPresiden.

Yang kedua, kondisi itu sebut dia, semakin diperparah dengan manuver Ketua Umum Partai Demokrat Soesilo Bambang Yudhoyono. Dalam konferensi pers di Kota Bogor, SBY menyebut bahwa Pj Gubernur Jawa Barat M Iriawan menggeledah rumah dinas wakil gubernur.

“Dalam posisi ini, kami paling dirugikan. Suara kami tergerus hingga 15 persen,” ucapnya.

Di Pilpres 2019 mendatang, Partai Golkar tempat Dedi Mulyadi berkiprah, mengusung Joko Widodo. Perbedaan ceruk suara inilah yang mengakibatkan basis elektoral pasangan Duo DM tidak solid. Meski begitu, Dedi mengaku bahagia. Sebab, di tengah gelombang isu yang menyerang, basis tradisional miliknya tetap terjaga dengan baik.

“Saya bahagia karena basis saya tidak hancur. Kalau dulu suara saya 15 persen, sekarang ada di angka 25 persen. Di Pilgub Jabar ini sekaligus menjadi alat ukur bagi peta kekuatan kami menyongsong Pilpres 2019,” tuturnya. 

--- Redem Kono

Komentar