Breaking News

PENDIDIKAN Sambut 50 Tahun Almamater, Alumni STFK Ledalero Se-Jabodetabek Gelar Misa Syukur dan Temu Alumni 21 Feb 2019 21:57

Article image
Keluarga alumni STFK Ledalero bertemu Superior General SVD Pater Dr Paul Budi Kleden SVD. (Foto: IndonesiaSatu.co)
STFK Ledalero telah bersungguh-sungguh menjalankan visi-misi membangun manusia untuk mencintai pengetahuan, kebenaran dan kebijaksanaan.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero (STFK) merayakan 50 tahun berdirinya atau 50 tahun pesta emas yang akan berpuncak pada September 2019. Hingga kini, salah satu lembaga pendidikan berprestasi dari wilayah Indonesia Timur ini telah menghasilkan ratusan alumni yang berkarya di seluruh benua di dunia, dan ribuan alumni yang berkontribusi di Indonesia.

STFK Ledalero telah bersungguh-sungguh menjalankan visi misinya dalam membangun manusia untuk mencintai pengetahuan, kebenaran dan kebijaksanaan.  Karena itu, STFK telah memberikan kontribusi yang besar bagi pembangunan manusia secara umum dan bagi pembangunan bangsa ini pada aras lokal maupun nasional. 

Maka sebagai wujud kebanggaan dan terima kasih, alumni Ledalero se-Jabodetabek terpanggil untuk merayakannya. Terdapat berbagai kegiatan yang dilakukan. Salah satu yang akan digelar alumni adalah misa syukur dan pertemuan bersama alumni Ledalero se-Jabodetabek yang akan dilangsungkan di Aula Paroki Santo Yosef Matraman, Sabtu (23/2/2019).

“Pertemuan ini dilatari oleh kebutuhan almamater akan partisipasi alumni dalam ziarah STFK sebagai sebuah lembaga pendidikan secara umum dan secara khusus dalam rangka pesta emas STFK Ledalero tahun ini. Singkatnya ada panggilan rahim ibu untuk kembali menziarahinya,” papar Ketua Alumni Ledalero Jakarta Cello Konseng di Jakarta, Selasa (19/2/2019).

Cello menjelaskan bahwa pertemuan ini juga dilandasi keinginan dan kerinduan dari sebagian besar alumni untuk membangun komunikasi lintas generasi sebagai orang-orang yang pernah dididik dalam rahim pendidikan yang sama.  

“Pertemuan ini dibuat agar sesama alumni bisa saling mengenal, saling sharing dan mulai bergabung dalam wadah alumni untuk kepentingan almamater dan bisa jadi kepentingan satu sama lain di antara anggota alumni,” ungkap pengajar di Saint John School Jakarta tersebut.  

Ditemui secara terpisah, ketua panitia misa syukur dan temu alumni Ledalero se-Jabodetabek Herry Jani menjelaskan ihwal kegiatan tersebut. Misa syukur akan dihadiri sejumlah pastor konselebran yang pernah dididik di Ledalero.

“Sekjen Konferensi Wali Gereja Indonesia Romo Siprianus Hormat, Pr yang juga alumni Ledalero akan memimpin misa syukur sebagai pembuka kegiatan. Adapun misa direncanakan akan dimulai pada pukul 18.00 WIB,” ungkap Herry.

Seusai misa, para alumni akan membicarakan beberapa kegiatan lanjutan yang dilakukan untuk turut memeriahkan 50 tahun STFK Ledalero.

“Di antaranya rencana malam Talk Show dan Galang Dana untuk 50 Tahun STFK Ledalero, yang akan dilakukan pada Mei 2019,” sambung Herry yang kini mengajar sebagai Dosen di Kwik Kian Gie School of Business.

Acara tersebut akan dihadiri puluhan alumni Ledalero se-Jabodetabek lintas generasi dan lintas profesi, diantaranya Eusabius Binsasi (Dirjen Bimas Katolik Kemenag RI), Robert Parus (Wartawan Senior), Fritz Fios, Adrianus Ruman (Dosen Universitas Bina Nusantara), Agustinus Sarifin (Pengusaha), Yanto Fulgenz (Peneliti), Ichon Watu (Guru), dan alumni Ledalero lainnya.

“Salah satu yang berkesan dari temu alumni ini adalah antusiasme dari keluarga alumni Ledalero seperti Istri dan simpatisan yang mendukung bagi terselenggaranya kegiatan ini,” pungkasnya.  

Profil STFK Ledalero

Dikutip dari laman resminya, STFK Ledalero merupakan peningkatan dari Seminari Tinggi    St. Paulus Ledalero, yang didirikan oleh Serikat Sabda Allah  (SVD: Societatis Verbi Divini) sebagai tindak lanjut atas ensiklik Maximum Illud Paus Benediktus XV 30 November  1919.

Tahun 1935 kegiatan perkuliahan sudah dimulai dengan diberinya kuliah Filsafat-Teologi kepada 13 orang mahasiswa. Namun baru pada tanggal 20 Mei 1937 Tahta Suci memberikan penge­sahan untuk Sekolah Tinggi ini. Tanggal itulah yang kini dijadikan sebagai tanggal resmi berdirinya STFK Ledalero.

Tanggal 28 Januari 1941 hasil perdana sudah dapat dirasakan dengan ditahbiskannya dua orang imam pertama. Sejak berdirinya sampai tahun 1969, Lembaga Pendidikan ini menggunakan nama “Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero”. Pada bulan Januari 1969, Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi Katolik (STF/TK ) Ledalero secara resmi berdiri sebagai salah satu bagian dari “Seminari Tinggi St. Paulus” Ledalero.

Sejak tanggal 9 April 1990, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia bernomor 0272/0/1990, STFK Ledalero mendapat status “Disamakan” untuk jenjang S1. Setelah diberlakukan sistem Akreditasi atau pengakuan terhadap mutu progam studi untuk program sarjana di perguruan tinggi, STFK Ledalero berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor: 78/D/O/1997, Tanggal: 17 November 1997 atas Hasil Penilaian Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Jenjang Program Studi Sarjana (S1) menurut Perguruan Tinggi  Tahun 1996/1997,  mendapat Sertifikat Akreditasi Mutu B”, yang pada 11 Agustus 1998 oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi mendapat status ”Terakreditasi dengan peringkat Akreditasi B”.

Dan setelah 5 tahun kemudian berdasarkan surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor SK 019/2003, tanggal 20 Agustus 2003, dengan Jurusan Ilmu Filsafat dan Program Studi Ilmu Teologi-Filsafat Agama Katolik tetapi mendapat status ”Terakreditasi Peringkat Akreditasi B.” 

Selanjutnya, Berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Nomor 028/BAN-PT/Ak.-XV/S1/X/2012, tanggal 18 Oktober 2012 Program studi yang sama mendapat status terakreditasi dengan peringkat B.

--- Redem Kono

Komentar