Breaking News
  • Kapolda resmikan Bhayangkara Papua Football Academy
  • Kemen-PUPR tingkatkan kapasitas pekerja konstruksi dengan sertifikasi
  • Presiden Jokowi bersarung "blusukan" ke Mal Mataram
  • Pusat Konservasi Elang Kamojang lestarikan populasi elang jawaPusat
  • Wamen ESDM kaji FSRU penuhi pasokan gas

REGIONAL Sambut Gerakan Literasi, "Ngai Ndaya" Watuapi Resmi Dibuka 13 Oct 2017 10:52

Article image
Rumah baca Ngai Ndaya di Desa Totomala, Kecamatan Wolowae, kabupaten Nagekeo. (Foto: ist)
Maksud dibangunkan rumah baca yakni agar dapat mendorong minat baca dan tulis bagi anak-anak juga sumber pengetahuan bagi masyarakat.

DANGA, IndonesiaSatu.co -- Gerakan literasi tengah dikampanyekan ke kampung-kampung sebagai bentuk edukasi non-formal guna menciptakan kultur membaca dan menulis serta penyerapan informasi dan ilmu pengetahuan bagi anak-anak usia dini, para siswa, kaun muda dan masyarakat pada umumnya.

Merespon gerakan literasi yang kian masif di berbagai daerah, beberapa anak muda yang peduli dengan dunia pendidikan resmi mendirikan rumah baca "Ngai Ndaya" yang terletak di Desa Totomala, Kecamatan Wolowae, kabupaten Nagekeo.

Kepada IndonesiaSatu.co, Kamis (12/10/2017) Kim Seke selaku penggagas wadah literasi tersebut mengatakan bahwa maksud dibangunkan rumah baca yakni agar dapat mendorong minat baca dan tulis bagi anak-anak juga sumber pengetahuan bagi masyarakat.

"Rumah baca ini dibuka dengan tujuan agar bisa membantu mengasah kemampuan membaca dan menulis bagi anak-anak, membuka wawasan tentang pentingnya pendidikan juga sumber informasi bagi masyarakat lewat buku bacaan tentang pertanian, peternakan, bisnis, usaha rumah tangga, pasar komoditi, serta usaha emonomi kreatif lainnya," kata Kim.

Ia menjelaskan bahwa sebagai bagian dari upaya mencerdaskan anak bangsa dan merawat generasi dari pengaruh globalisasi dan perkembangan informasi, ilmu pengetahuan dan teknolgi yang semakin dasyat, dimensi pendidikan harus menjadi perhatian bersama dari berbagai pihak.

"Rumah baca Ngai Ndaya dibentuk dengan spirit agar generasi baik anak-anak usia dini maupun orang muda terbuka pikirannya (ngai ndaya) dengan membaca dan menulis secara terus-menerus sehingga memiliki wawasan yang luas dan dapat menulis dengan baik. Untuk konteks di daerah terutama di kampung-kampung, anak-anak masih susah membaca, menulis dan berbicara. Ini menjadi keprihatinan dan kepedulian bersama," lanjutnya.

Ia mengharapkan agar dengan berdirinya rumah baca ini minat dan potensi anak- anak dapat terus terasah, menjadi tempat yang ramah dan nyaman bagi mereka juga diharapkan dukungan dari berbagai pihak.

"Semoga Ngai Ndaya dapat menjadi wadah edukasi dini yang diharapkan membawa dampak positif bagi anak-anak, kaum muda dan masyarakat sekitar. Sejauh ini donasi buku-buku diperoleh dari jaringan komunitas buku bagi NTT regio Nagekeo dan juga para donatur lain. Semoga semakin banyak pihak dan para donatur yang dengan sukarela mau mendonasikan buku untuk rumah baca Ngai Ndaya," harapnya.

 

--- Guche Montero

Komentar