Breaking News
  • Defisit Lebih Rendah Dari Proyeksi APBN-P 2017
  • Menkeu: investasi tumbuh karena kepercayaan pelaku usaha
  • Penerimaan Bea Cukai hingga November Rp130,1 triliun
  • Presiden Jokowi setuju pendiri HMI jadi Pahlawan Nasional

HANKAM Sambutan HUT TNI, Presiden: Politik TNI Adalah Politik Negara 05 Oct 2017 10:14

Article image
Presiden Jokowi ketika memeriksa pasukan dalam HUT TNI ke-72. (Foto: Ist)
Jati diri TNI yang terungkap dalam pesan Jenderal Sudirman adalah bahwa politik TNI adalah politik Negara. Karena itu TNI memiliki loyalitas terhadap Negara.

CILEGON, IndonesiaSatu.co -- Jati diri TNI yang terungkap dalam pesan Jenderal Sudirman adalah bahwa politik TNI adalah politik Negara. Karena itu TNI memiliki loyalitas terhadap Negara.

Hal ini ditegaskan dalam sambutan Presiden Jokowi ketika bertindak sebagai inspektur upacara dalam peringatan HUT TNI ke-72 di Dermaga Indah Kiat Merak, Cilegon, Banten, Kamis (5/10/2017). 

"Saya ingat pesan Jenderal Sudirman tentang jati diri TNI yang saya yakin sangat relevan sampai sekarang. Bahwa politik tentara politik negara, politik TNI adalah politik negara. Loyalitas TNI adalah loyalitas negara," ujar Jokowi.

Jokowi meyakini bahwa TNI menjadi angkatan bersenjata yang dapat disegani. Tak hanya tingkat nasional, namun di tingkat Asia.

 "Dengan penuh rasa bangga kita saksikan nantinya kehebatan angkatan bersenjata kita di hadapan kita semua. Dengan penuh optimis saya katakan TNI akan jadi angkatan bersenjata yang makin disegani oleh negara lain yang jadi kekuatan besar di regional Asia," kata Jokowi.

Jokowi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para prajurit TNI. Menurutnya, prajurit TNI sudah berkomitmen untuk menjaga keutuhan NKRI.

"Terima kasih komitmen komitmen TNI memegang teguh sumpah komitmen. Terima kasih untuk dedikasi menjalankan tugas berat penuh risiko, terima kasih peran sentral TNI menjaga NKRI, Pancasila, dan kewibawaan negara," pungkasnya.  

Rencananya, upacara peringatan HUT TNI diawali dengan parade pasukan dan defile berjumlah 5.932 orang yang terdiri dari Batalyon Upacara 1 Perwira Gabungan, Brigade Upacara II Akademi TNI, Brigade Upacara TNI AD, Brigade Upacara TNI AL, Brigade Upacara TNI AU, Batalyon Upacara PNS, Batalyon Komponen Cadangan, dan Batalyon Pasukan Lintas Sejarah TNT.

Tidak hanya parade, TNI juga menampilkan latihan gabungan dengan menggunakan alutsista andalan dari masing-masing matra TNI, Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.

--- Redem Kono

Komentar