Breaking News
  • Defisit Lebih Rendah Dari Proyeksi APBN-P 2017
  • Menkeu: investasi tumbuh karena kepercayaan pelaku usaha
  • Penerimaan Bea Cukai hingga November Rp130,1 triliun
  • Presiden Jokowi setuju pendiri HMI jadi Pahlawan Nasional

TEKNOLOGI Satelit Telkom-1 Hancur, Rudiantara: Lakukan Migrasi Secepatnya 04 Sep 2017 09:05

Article image
Jumpa Pers terkait gangguan satelit Telkom di Gedung Kemkominfo, Rabu (30/08/2017) pekan lalu. (Foto: Ist)
“Dengan kejadian gangguan Satelit Telkom-1, pertama saya tekankan pada fokus pelayanan pelanggan. Lakukan migrasi layanan secepatnya...”

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Sebagaimana diketahui gangguan yang terjadi pada Satelit Telkom-1 sejak Jumat sore (25/8/2017) telah membuat sejumlah siaran televisi terhambat dan sejumlah ATM offline. Di tengah anomali pada satelit, Telkom segera dan terus melakukan perbaikan dan mengalihkan pelanggan transponder Telkom-1 ke satelit lainnya.

Kementerian Komunikasi dan Informatika dan PT. Telkom Indonesia memberikan update kejadian atas bergesernya Satelit Telkom-1 dan kelangsungan layanan telekomunikasi yang memanfaatkan Satelit Telkom-1 dalam Jumpa Pers di Gedung Kemkominfo, Rabu (30/08/2017) pekan lalu.

“Dengan kejadian gangguan Satelit Telkom-1, pertama saya tekankan pada fokus pelayanan pelanggan. Lakukan migrasi layanan secepatnya. Gunakan apa saja untuk mendukung pelayanan pelanggan sehingga dapat dilakukan pemulihan dan pengalihan. Kedua, Kementerian Kominfo akan membantu PT. Telkom untuk menjaga terjaminnya slot orbit yang diduduki Satelit Telkom-1, karena ada proses administrasi yang dilakukan dengan ITU (International Telekomunication Union), agar slot tersebut tersebut aman untuk digunakan Indonesia," papar Menteri Kominfo Rudiantara melalui siaran pers yang dikutip IndonesiaSatu.co, Senin (4/9/2017).

Rudiantara mengapresiasi langkah-langkah mitigasi yang diambil PT Telkom. “Kita tahu PT. Telkom telah melakukan upaya maksimum (all out) dalam menangani kejadian gangguan satelit Telkom-1,” katanya.

Sementara Dirut PT. Tekom Alex Sinaga menyampaikan bahwa gangguan ini membawa implikasi pelayanan kepada pelanggan telkom dan berimbas pada layanan lain karena jika pengguna Satelit Telkom-1 adalah penyelenggara VSAT dapat dipastikan akan berdampak ke pengguna layanannya.

Alex Sinaga menyatakan saat ini pelanggan Telkom ada 63 pelanggan, baik yang langsung atau penyelenggara VSAT. "Total Ground Station yang ditangani untuk migrasi sejumlah 15.000 ground station, diantaranya ada 12.030 ground station untuk layanan ATM," katanya.

Alex menjelaskan perkembangan pemulihan Satelit Telkom-1 saat ini untuk penyediaan transponder satelit pengganti  sudah sesuai target. "Sudah mencapai 100% sesuai target yang telah direncanakan. Kemudian pointing ground station telah dipulihkan 2.824 ground station, diantaranya 2.591 yang merupakan layanan ATM. Proses ini akan terus dilakukan bertahap hingga 10 September 2017.

Kominfo dan Telkom berjanji akan mengupdate terus penanganan gangguan satelit itu kepada pelanggan dan khalayak secara umum. “Telkom saat ini benar-benar fokus pada migrasi pelayanan pelanggan. Hal-hal lain masih dapat dilakukan kemudian. Telkom menyampaikan bahwa kondisi ini merupakan force majeure,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Ahmad Ramli menyampaikan beberapa point penting, antara lain bahwa sistem komunikasi satelit telah menjadi andalan tulang punggung sistem telekomunikasi di Indonesia yang merupakan nagara kepulauan. Sistem ini sangat dibutuhkan untuk menjangkau terutama wilayah/lokasi yang tidak terjangkau dengan teknologi lainnya.

“Indonesia merupakan pioneer sebagai negara ke-3 yang meluncurkan satelit. Selama lebih dari 40 tahun  sistem komunikasi satelit di Indonesia telah mampu dan handal dalam melayani kebutuhan komunikasi masyarakat dari Sabang sampai Merauke bahkan ke negara tetangga,” katanya.

Ramli menyebutkan, salah satu kejadian yang hampir tidak pernah terjadi dan kebetulan dialami oleh Satelit Telkom-1  memang sebagai sesuatu anomali. Dengan kejadian tersebut, yang paling penting adalah pemulihan pelayanan telekomunikasinya karena ini untuk pelayanan kepada masyarakat dan Kementerian Kominfo dan BRTI perlu memastikan pemulihan berjalan dengan dan sesegera mungkin.

“Percepatan proses recovery layanan telekomunikasi yang memanfaat Satelit Telkom-1 dengan migrasi menggunakan jaringan lainnya yang memungkinkan. Hal ini dibutuhkan kecepatan dan ketepatan penanganan. Dari beberapa hari ini Telkom telah berupaya semaksimal mungkin dan telah berhasil secara bertahap pemulihan layanan secara signifikan,” katanya.

 

--- Sandy Romualdus

Komentar