Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

REGIONAL Satgas AHT Golkar NTT Jemput Jenazah TKI asal NTT dari Malaysia 02 Jun 2018 22:27

Article image
Tim Satgas Golkar NTT saat penjemputan Jenazah TKI di Bandara El Tari Kupang (Foto: mediatimor.com)
"Satgas AHT Golkar NTT terus komit menaruh perhatian terhadap hal ini baik upaya pencegahan, mengawasi jaminan tenaga kerja, hingga membantu mengurus kepulangan jenazah TKI yang meninggal," ungkap Megasari.

KUPANG, IndonesiaSatu.co-- Satuan Tugas (Satgas) Anti Human Trafficking (AHT) Partai Golkar Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama pihak BNP2TKI NTT dan Dinas Tenaga Kerja, jumad (1/6/18) menjemput jenazah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal NTT, Herman Flani di Bandara El Tari Kupang.

Herman Flan adalah korban TKI asal dusun Wolofeo, Desa Nualise, Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende yang meninggal dunia di Sabah, Malaysia karena menderita sesak nafas. Sebelumnya tiga TKI asal NTT juga dikabarkan meninggal di Malaysia karena sakit yakni Regina Da Silva asal Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Karel Kuri asal Desa Sidana, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, dan Nico Robertus asal Desa Haewuli, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka.

Juru bicara Satgas AHT Golkar NTT, Riesta Megasari mengatakan bahwa pihaknya merasa peduli dengan persoalan human trafficking di NTT terutama korban TKI asal NTT yang belakangan terus dikabarkan meninggal dunia di Malaysia.

“Ini persoalan kemanusiaan yang membutuhkan tanggungjawab moril bersama semua pihak, tidak saja pemerintah atau lembaga yang mengurus TKI. Satgas AHT Golkar NTT terus komit menaruh perhatian terhadap hal ini baik upaya pencegahan, mengawasi jaminan tenaga kerja, hingga membantu mengurus kepulangan jenazah TKI yang meninggal. Untuk jenazah Herman Flani, berdasarkan keterangan keluarga, almarhum sudah 17 tahun menjadi TKI di Malaysia,” kata Megasari.

Megasari berkomitmen, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan instansi pemerintah dan BNP2TKI untuk proses selanjutnya.

Sementara Gabriel Sola selaku Ketua Satgas, kepada media ini mengatakan bahwa berita tentang meninggalnya TKI asal NTT di Malaysia terus meningkat pada tahun ini.

“Tercatat, 32 TKI asal NTT meninggal dunia di luar negeri sejak bulan Januari-Mei. Ini sungguh memprihatinkan jika tidak disikapi secara bersama-sama oleh para pemangku kepentingan di NTT terkait persoalan human trafficking. Ini bukan lagi stigma, melainkan realita di depan mata. Diharapkan, keluarga TKI mendapat jaminan sosial jika memenuhi prosedur ketenagakerjaan secara resmi (legal) sekaligus catatan serius bagi para TKI illegal maupun calon TKI illegal yang hendak bekerja di Malaysia,” imbuh Gabriel.

Pada kesempatan itu, pelaksana tugas Kepala BNP2TKI, Siwa menerangkan bahwa sesuai surat KBRI Kuala Lumpur, jenazah Herman Flani dijadwalkan tiba pada Kamis (31/5).

“Herman Flan asal meninggal dunia pada Minggu, 27 Mei 2018 dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Tanjung Karang, Selangor, Malaysia akibat sesak napas. Jenazah akan disemayamkan di RSUD WZ Johannes Kupang, lalu diberangkatkan ke Kabupaten Ende melalui Bandara Frans Seda Maumere dengan pesawat NAM AIR dibantu pegawai BP3TKI Kupang,” terang Siwa.

--- Guche Montero

Komentar