Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

INTERNASIONAL Saudi Tolak Tuntutan Turki Ekstradisi Tersangka Pembunuh Khashoggi 27 Oct 2018 19:08

Article image
Menlu Arab Saudi Adel bin Ahmed Al-Jabeir. (Foto: saudiembassy.com)
Menlu Al-Jubeir: Mereka warga Saudi. Penahanan dan penyelidikan dilakukan di Saudi. Karenanya mereka akan diadili di Saudi.

RIYADH, IndonesiaSatu.co -- Pemerintah Arab Saudi menolak tuntutan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan agar para tersangka dalam kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi diekstradisi untuk diadili di Turki.

Seperti dilansir Frankfurter Allgemeine Zeitung/faz.net, Sabtu (27/10/2018), Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel bin Ahmed Al-Jubeir mengatakan, seluruh tersangka pembunuhan Khashoggi akan diadili di Arab Saudi.

"Terkait tuntutan ekstradisi, para tersangka adalah warga negara Saudi. Mereka ditangkap dan ditahan di Arab Saudi. Penyelidikan pun dilakukan di Arab Saudi dan karenanya mereka akan diadili di Arab Saudi," ujar Al-Jubeir seperti dikutip dari faz.net.

Al-Jubeir menambahkan, tim khusus masih melanjutkann penyelidikan atas kasus Khashoggi dan  akan melakukan penyelesaian secara jelas.

"Kami akan tahu kejadian yang sebenarnya dan meminta pertanggungjawaban para pelaku. Tentunya kami juga akan menerapkan mekanisme untuk memastikan peristiwa seperti itu tidak terjadi lagi," imbuh Al-Jubeir.

Ia menegaskan, hubungan Riyadh dan Washington tetap terjaga dan intensif meski sedikit dipengaruhi oleh kasus kematian Khashoggi yang disebutnya sebagai "histeria media".

Seperti diberitakan, jurnalis Jamal Khashoggi tewas di konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober lalu.

Kematian misterius jurnalis Saudi yang melarikan diri ke AS tahun lalu itu menimbulkan kecaman terhadap otoritas Saudi.

Tewasnya Khashoggi, kolumnis harian “The Washington Post”, dihubungkan dengan kritik tajamnya yang kerap dilontarkan terhadap putra mahkota Saudi Mohammed bin Salman.

--- Rikard Mosa Dhae