Breaking News

KEUANGAN SBR009 Semakin Diburu Investor Milenial 18 Feb 2020 07:32

Article image
Ilustrasi mata uang rupiah dan dolar. (Foto: ist)
Penerbitan Saving Bond Ritel (SBR) seri SBR009 mencapai Rp 2,26 triliun, dan melebihi target indikatif yang ditetapkan sebelumnya senilai Rp 2 triliun.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (Dirjen PPR) atas nama Menteri Keuangan telah melaksanakan Penetapan Hasil Penjualan Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR009 pada Senin 17 Februari 2020. SBR009 merupakan instrumen Surat Berharga Negara (SBN) ritel pertama yang diterbitkan di tahun 2020.

Total volume pemesanan pembelian SBR009 yang telah ditetapkan adalah sebesar Rp2.255.246.000.000,00 (dua triliun dua ratus lima puluh lima miliar dua ratus empat puluh enam juta rupiah). Dana hasil penjualan SBR009 tersebut akan dipergunakan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pembiayaan APBN 2020, antara lain untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

SBR009 ditawarkan sejak 27 Januari hingga 13 Februari 2020, dengan harga yang terjangkau mulai Rp 1 juta. Pemerintah pun memberikan tingkat kupon yang sama bagi investor yang membeli di Rp 1 juta maupun di jumlah maksimal Rp 3 miliar, yaitu 6,30 persen per tahun.

Beberapa capaian atas penjualan SBR009 antara lain; Penjualan SBR009 berhasil melebihi target indikatif sebesar Rp2 triliun, dengan total investor sebanyak 11.247. Jumlah investor baru SBR009 ini sebanyak 6.539 investor (58,14 persen dari total investor SBR009) dengan jumlah nominal pembelian SBR009 sebesar Rp1,13 triliun (50,02 persen dari total seluruh nominal pembelian SBR009). Total jumlah investor baru didominasi oleh generasi milenial yaitu sebanyak 55,0 persen. Investor setia yang selalu membeli SBR secara online dari seri SBR003 hingga SBR009 sebanyak 99 investor dengan nominal pembelian sebesar Rp18,70 miliar, yang didominasi oleh Generasi X. Penerbitan SBR009 berhasil menjangkau seluruh provinsi (34 provinsi) di Indonesia.

Adapun detil profil investor SBR009 adalah sebagai berikut. Mayoritas investor SBR009 ( 71,01 persen) melakukan pemesanan dengan nominal s.d. 100 juta, tetapi bila dilihat dari volume pemesanan, sebagian besar investor membeli pada nominal >1 miliar. Jumlah investor terbesar SBR009 berasal dari Generasi Milenial, dengan jumlah 5.733 investor (50,97 persen). Namun, apabila dilihat berdasarkan volumenya, pemesanan terbesar dilakukan oleh Generasi Baby Boomers (Rp943 miliar atau 41,82 persen dari total pemesanan SBR009).

Berdasarkan profesi, jumlah investor SBR009 didominasi Pegawai Swasta (4.107 investor). Namun, secara volume didominasi oleh Wiraswasta (Rp867 miliar). Rata-rata volume pemesanan SBR009 per investor sebesar Rp200,52 juta. Terdapat 886 investor yang melakukan pembelian sebesar Rp1 juta.

Sebaran jumlah investor SBR009 berdasarkan kelompok usia dan profesi yang lebih rinci adalah sebagai berikut. Berdasarkan Kelompok Usia, Generasi Z (>2000) / <19 tahun (Jumlah Investor 0,51 persen), Generasi Milenial (1980 – 2000) / 19-39 tahun (Jumlah Investor 50,97 persen), Generasi X (1965 – 1979) / 40-54 tahun (Jumlah Investor 28,03 persen), Generasi Baby Boomers (1946 – 1964) / 55–73 tahun (Jumlah Investor 28,03 persen), dan Generasi Tradisionalis (1928 – 1945) / 74–91 tahun (Jumlah Investor 1,71 persen).

Sementara dari Kelompok Profesi, Pegawai Swasta (Jumlah Investor 36.52 persen), Wiraswasta (Jumlah Investor 19,34 persen), PNS/ TNI/ Polri (Jumlah Investor 10,97 persen), Pelajar/Mahasiswa (Jumlah Investor 8,53 persen), Ibu Rumah Tangga (Jumlah Investor 9,43 persen), Pensiunan (Jumlah Investor 3,29 persen), Pegawai Otoritas/Lembaga/BUMN/BUMD (Jumlah Investor 2,78 persen), Profesional (Jumlah Investor 2,61 persen), dan lainnya (Jumlah Investor 6,53 persen). Pembagian usia generasi mengacu pada Sprague (2008), Casey and Denton (2006). 

Adapun Masa Penawaran SBR009 telah dilakukan sejak 27 Januari 2020 pukul 09.00 WIB dan Penutupan pada13 Februari 2020 pukul 10.00 WIB. Penetapan Hasil Penjualan dilakukan pada 17 Februari 2020, Setelmen 19 Februari 2020, dan Jatuh Tempo 10 Februari 2022. Minimum Pemesanan Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah) dan Maksimum Pemesanan Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).

Tingkat Kupon untuk periode 3 bulan pertama (tanggal 19 Februari 2020 s.d. 10 Mei 2020) adalah sebesar 6,30 persen, berasal dari suku bunga acuan yang berlaku pada saat penetapan kupon yaitu sebesar 5,00 persen ditambah spread tetap 130 bps (1,30 persen). Tingkat Kupon berikutnya akan disesuaikan setiap 3 bulan pada Tanggal Penyesuaian Kupon sampai dengan Jatuh Tempo. Penyesuaian Tingkat Kupon didasarkan pada suku bunga acuan ditambah spread tetap 130 bps (1,30 persen).

Tingkat kupon sebesar 6,30 persen adalah berlaku sebagai tingkat kupon minimal (floor) dan Tingkat kupon minimal tidak berubah sampai dengan jatuh tempo. Pembayaran Kupon Tanggal 10 setiap bulan. Pembayaran Kupon Pertama Kali 10 April 2020 (long coupon).

Periode Pengajuan Early Redemption dilakukan pada 24 Februari 2021 pukul 09.00 WIB hingga 4 Maret 2021 pukul 15.00 WIB. Tanggal Setelmen Early Redemption 10 Maret 2021. Nilai Maksimal Early Redemption 50 persen dari setiap transaksi pembelian yang telah dilakukan pada masing-masing Mitra Distribusi

Setelah penerbitan SBR009, Pemerintah berencana menawarkan 5 (lima) seri SBN ritel lainnya pada tahun 2020, yaitu SR012 (24 Februari – 18 Maret 2020), SBR010 (23 Juni – 9 Juli 2020), dan ST007 (28 Agustus – 23 September 2020), ORI017 (1-22 Oktober 2020), ST008 (26 Oktober – 12 November 2020).

--- Sandy Javia

Komentar