Breaking News
  • Defisit Lebih Rendah Dari Proyeksi APBN-P 2017
  • Menkeu: investasi tumbuh karena kepercayaan pelaku usaha
  • Penerimaan Bea Cukai hingga November Rp130,1 triliun
  • Presiden Jokowi setuju pendiri HMI jadi Pahlawan Nasional

POLITIK SBY Sampaikan 5 Masalah Penting di HUT Partai Demokrat 09 Sep 2017 17:39

Article image
Ketua Umum Partai Demokrat Prof Dr Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sedang berpidato memperingati HUT ke-16 Partai Demokrat, yang bertepatan dengan HUT ke-68 SBY, di kediamannya, Puri Cikeas, Kab Bogor, Jawa Barat, Sabtu 9 September 2017. (twitter/@hincapa
Partai Demokrat tidak ingin menjadi partai yang hanya pandai mengkritik dan menyalahkan, termasuk menyalahkan pemerintah. Karena itu, PD juga ingin ikut berbuat dan berkontribusi.

BOGOR, IndonesiaSatu.co - Partai Demokrat genap berusia 16 tahun, sejak didirikan Susilo Bambang Yudhoyono pada 9 September 2001 lalu. Hari ini juga, sang pendiri, genap berusia 68 tahun.

Perayaan ulang tahun Partai Demokrat tahun ini terbilang sederhana, yaitu di Pendopo Puri Cikeas, Jawa Barat. Presiden keenam RI yang juga Ketua Umum Partai Demokrat SBY menyampaikan pidato mengenai pemikiran politik Partai Demokrat bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

SBY mengatakan, ada beberapa hal yang telah dilakukan pemerintahan Presiden Joko Widodo dan dirasakan manfaatnya. Namun, ada beberapa hal yang belum memuaskan rakyat.

“Pengamatan saya, dari hasil mendengar dan menyerap aspirasi rakyat, kondisi saat ini ada yang dirasakan baik namun ada juga yang belum baik. Terhadap apa yang dilaksanakan oleh negara dan pemerintah, rakyat kita puas atas beberapa hal, namun belum puas atas sejumlah hal,” katanya.

Menurut SBY, setidaknya ada lima permasalahan yang dihadapi rakyat saat ini.

Pertama, sebagian rakyat masih mengalami kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan. Padahal orang yang menganggur pasti tak punya penghasilan, dan akhirnya hidupnya susah.

Kedua, sebagian rakyat tidak cukup memiliki daya beli untuk memenuhi kebutuhan pokoknya sehari-hari. “Meskipun harga-harga barang dan jasa tidak terus meningkat, tetapi kalau tidak punya uang ya tidak ada yang bisa dibeli,” kata SBY.

Ketiga, rakyat menilai pemberantasan korupsi mulai mengalami hambatan di sana sini. Banyak yang melihat adanya upaya untuk melemahkan KPK

Keempat, rakyat juga menilai kesejahteraan dan kemakmuran makin tidak merata. Yang kaya dianggap menjadi semakin kaya, sedangkan yang miskin jalan di tempat.

Kelima, rakyat juga melihat penegakan hukum sering kurang adil dan ada nuansa tebang pilih.

“Itulah keresahan dan kesulitan yang dialami oleh rakyat kita, utamanya golongan tidak mampu dan miskin, yang jumlahnya tidak sedikit. Oleh karena itu, sebagai kepanjangan harapan dan aspirasi rakyat, Partai Demokrat berharap agar ke-5 permasalahan fundamental ini ditangani secara serius dan tepat oleh pemerintah. Saya tahu solusi dan upaya perbaikannya tidak selalu mudah, tetapi tetap ada jalan keluarnya,” tegas SBY.

 

Tak Hanya Pandai Kritik

SBY mengatakan, Partai Demokrat tidak ingin menjadi partai yang hanya pandai mengkritik dan menyalahkan, termasuk menyalahkan pemerintah. Karena itu, demi rakyat yang sama-sama dicintai, maka Partai Demokrat juga ingin ikut berbuat dan berkontribusi.

Untuk itu, ada beberapa arahan SBY kepada para kader di seluruh tanah air untuk bekerja keras sesuai profesi dan jabatannya.

Pertama, kepada pejabat eksekutif yang berasal dari kader Demokrat, yaitu Gubernur, Bupati dan Walikota, atau para wakilnya, lakukan upaya dan tindakan nyata di daerah saudara masing-masing untuk mengatasi 5 permasalahan besar rakyat.

Upaya tersebut yaitu menciptakan lapangan kerja untuk rakyat; meningkatkan daya beli rakyat untuk memenuhi kebutuhan pokoknya; meneruskan gerakan pemberantasan korupsi dan dukung penuh KPK; memastikan kesejahteraan rakyat makin merata; dan menegakkan hukum secara adil dan tidak tebang pilih.

“Kalau semua Gubernur, Bupati dan Walikota menjalankan tugas secara ekstra hingga menghasilkan capaian yang nyata, rakyatlah yang akan diuntungkan,” kata SBY.

Kedua, kepada para anggota legislatif yang berasal dari kader Demokrat, baik DPR RI, maupun DPRD Provinsi, Kabupaten dan Kota, SBY mengimbau melakukanlah pengawasan yang kritis-konstruktif kepada pemerintah dan pemerintah daerah, sehingga kinerja dan capaian pemerintah semakin meningkat.

Ketiga, kepada para pemimpin dan jajaran pengurus Partai Demokrat seluruh Indonesia, SBY menginstruksikan agar terus meningkatkan pemikiran maupun tindakan nyata untuk membantu rakyat dan mengawal pemerintah.

“Marilah kita teruskan upaya untuk berbenah dan membangun diri, sehingga Partai Demokrat akan tumbuh menjadi partai tengah yang modern. Partai yang mencintai dan dicintai rakyat. Jika suatu saat diberikan amanah untuk ikut menjalankan pemerintahan lagi, marilah kita ukir prestasi yang baru, seperti pertumbuhan ekonomi yang tinggi, kehidupan demokrasi yang mekar, penegakan hukum yang adil, pemberantasan korupsi yang agresif, stabilitas politik dan keamanan yang terjaga, serta peran internasional Indonesia yang aktif-konstruktif sesuai amanah konstitusi,” ujar SBY.

 

 

--- Very Herdiman

Komentar