Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

INTERNASIONAL Sebelum Gempur Suriah, AS “Berkoordinasi” dengan Rusia 14 Apr 2018 21:51

Article image
Sebuah jet tempur Inggris usai serangan udara di Suriah. (Foto: AFP/spiegel.de)
Besar kemungkinan ada kesepakatan bahwa AS dan sekutunya hanya menargetkan kota-kota di Suriah yang ‘steril’ dari prajurit dan fasilitas militer Rusia.

DAMASKUS, IndonesiaSatu.co -- Otoritas militer AS diberitakan telah berkomunikasi dengan militer Rusia beberapa saat sebelum memulai serangan ke Suriah, Jumat (13/4/2018) waktu setempat atau Sabtu pagi waktu Indonesia. Serangan gabungan AS, Prancis, dan Inggris tersebut menyasar  fasilitas kimia dan basis militer di Suriah.

Seperti dilansir Spiegel Online, Sabtu (14/4/2018), komunikasi AS dengan pimpinan militer Rusia dilakukan dari pangkalan militernya di Qatar. Dalam komunikasi tersebut hanya diinformasikan mengenai waktu serangan yang akan dilancarkan, sedangkan lokasi-lokasi yang ditargetkan tidak disebutkan.

Rusia menanggapi informasi AS dengan memberikan peringatan agar jet-jet tempur AS maupun misil yang ditembakkan dari kapal perang di perairan Mediterania  “tidak mengganggu”  jet-jet tempur Rusia di wilayah udara Suriah.

Sumber Spiegel Online menyebutkan, besar kemungkinan ada kesepakatan bahwa AS dan sekutunya hanya menargetkan kota-kota di Suriah yang ‘steril’ dari prajurit Rusia dan fasilitas militer Rusia.

Seorang jenderal senior di NATO yang tidak disebutkan identitasnya menyatakan, pembicaraan antara AS dan Rusia juga harus dilakukan terkait keberadaan kapal-kapal perang  kedua negara yang posisinya cukup berdekatan di Laut Tengah.

Sementara itu, ribuan warga Suriah turun ke jalan ketika serangan dimulai. Mereka berjaga hingga pagi hari untuk mendukung tentara Suriah yang berupaya menghancurkan misil-misil AS dan sekutunya. Diberitakan, sedikitnya 12 misil berhasil digagalkan pasukan Suriah sebelum mencapai sasaran.

--- Rikard Mosa Dhae