Breaking News

PENDIDIKAN Sekolah Khusus Disabilitas Resmi Diluncurkan di Solo 20 Dec 2018 22:34

Article image
Menpora Imam Nahrawi dalam acara peluncuran Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Disabilitas di Solo, Jawa Tengah. (Foto: Kompas.com)
"Ini pertama kali di Indonesia, juga sebagai bagian dari ketegasan Bapak Presiden Jokowi bahwa tidak ada tempat untuk membeda-bedakan, apalagi diskriminatif bagi kaum disabilitas, khususnya di olahraga," ungkap Menpora.

SOLO, IndonesiaSatu.co-- Sekolah Khusus Olahraga (SKO) disabilitas resmi diluncurkan di Kota Solo, Jawa Tengah, Kamis (20/12/18). Peluncuran SKO disabilitas pertama di Indonesia ini turut dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi.

Asisten Deputi Pengembangan Olahraga Tradisional dan Layanan Khusus Kemenpora selaku penanggung jawab SKO disabilitas, Bayu Rahadian mengungkapkan bahwa peluncuran SKO disabilitas untuk menindaklanjuti Undang-Undang (UU) Sistem Keolahragaan Nasional Tahun 2005 tentang pengembangan olahraga disabilitas dan UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang hak kesetaraan di bidang olahraga bagi disabilitas.

Dilansir Kompas.com, Bayu mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan seleksi terhadap para siswa SKO disabilitas melalui pekan paralimpik pelajar pada 8-9 Agustus 2017 lalu. Para siswa yang mengikuti seleksi masuk SKO disabilitas berasal dari berbagai daerah di Indonesia yang terdiri dari 22 atlet. Mereka berasal dari empat cabang olahraga yakni tenis meja, atletik, renang dan bulu tangkis.

"Selain memperoleh pelajaran di sekolah, para siswa SKO disabilitas juga diberikan kesempatan untuk latihan sesuai cabang olahraga masing-masing," kata Bayu.

Siswa SKO disabilitas tersebar di berbagai sekolah di Solo. Mereka ditempatkan di SMAN 8 Surakarta, SMKN 9 Surakarta, SMPN 23 Surakarta, SMPN 22 Surakarta, SMPN 20 Surakarta dan SMA/SMP Luar Biasa, serta YPAC Surakarta.

Para siswa SKO disabilitas ditampung di Wisma Sejahtera Yayasan Insan Sembada (YIS) Jalan Tanjung Nomor 96, Karangasem, Kecamatan Laweyan, Solo. Setiap hari mereka latihan pagi dan sore.

"Mereka kami ikut-sertakan di pekan paralimpik daerah (Peparda) maupun pekan paralimpik provinsi (Peparprov). Salah satu dari mereka diikutkan dalam Asian Youth Paralympic di Dubai tahun 2017, Solihatun dapat emas," katanya.

Sementara itu, Menpora Imam Nahrawi mengatakan bahwa SKO disabilitas merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap penyandang disabilitas khususnya dalam bidang olahraga. SKO disabilitas baru pertama di Indonesia.

"Ini pertama kali di Indonesia. Dan tentu ini sebagai bagian dari ketegasan Bapak Presiden Jokowi bahwa tidak ada tempat sedikit pun bagi siapa pun yang membeda-bedakan, apalagi kemudian memberikan tempat diskriminatif bagi kaum disabilitas, khususnya di olahraga," ungkap Menpora.

Menpora menegaskan, SKO ke depan akan mampu melahirkan bibit-bibit atlet disabilitas di Indonesia. Oleh karena itu, Ia berpesan kepada para guru dan pelatih untuk tetap sabar dalam membimbing dan melatih para siswa SKO melalui pendekatan teknologi.

"SKO rintisan tentu butuh kesabaran. Kami belum punya tempat langsung, namun sementara kami berada di YIS. Sekolahnya di beberapa sekolah. Jadikan ini sebagai sejarah karena kita berkumpul dari masing-masing provinsi. SKO itu kumpulan dari anak-anak terbaik dari masing-masing provinsi," jelas Menpora.

--- Guche Montero

Komentar