Breaking News

REFLEKSI Selalu Bersyukur dan Bahagia 06 Jul 2021 10:27

Article image
Ilustrasi ungkapan syukur. (Foto: Resources to Recover)
Syukur membantu orang merasakan emosi yang lebih positif, menikmati pengalaman yang baik, meningkatkan kesehatan mereka, mengatasi kesulitan, dan membangun hubungan yang kuat.

Oleh Valens Daki-Soo

 

ADAKALANYA kita perlu mengambil waktu untuk bertanya  diri: apakah saya selalu ingat Tuhan, menghargai diri sendiri dan bersyukur atas segala anugerah kehidupan yang luar biasa ini? Anugerah hidup tidak hanya berupa materi yang mahal seperti rumah, mobil, sepeda motor, dan sebagainya.

Saya masih ingat, ketika awal-awal saya menenun kehidupan di Jakarta, dalam kondisi masih pengangguran, setiap senduk berisi nasi dan tempe goreng sangatlah nikmat. Saya makan di warteg (warung Tegal, yang murah) dengan rasa senang. Perut terisi hanya dengan nasi dan ikan teri atau telur sudah sangat mengenyangkan dan menyenangkan.

Belakangan, ketika kondisi ekonomi sudah lebih baik, bisa punya kendaraan dan sebagainya yang memang dibutuhkan, sering saya tidak sempat bersyukur. Yang lebih kerap terpikirkan adalah bagaimana mendapat lebih banyak lagi uang dan materi. Bagaimana bisa menabung dan berinvestasi lebih besar lagi. Ini tidak salah, tetapi sikap mental bersyukur tetaplah penting dan membuat kehidupan lebih bernas berisi.

Anugerah kehidupan yang menurut saya lebih bernilai daripada hanya materi adalah kasih Tuhan dalam diri sesama ciptaan. Saya belajar untuk lebih banyak bersyukur atas segala pemberian Tuhan, termasuk alam semesta yang menyediakan segalanya.

Ucapan terima kasih tidak saja ditujukan kepada Sang Pencipta. Kita juga perlu membangun perilaku syukur kepada sesama kita. Francesca Gino, ilmuwan perilaku dan Tandon Family Professor of Business Administration di Harvard Business School dalam sebuah artikelnya berjudul “Be Grateful More Often” pernah menulis,  gagal mengungkapkan rasa syukur ketika kita bisa adalah kesempatan yang terlewatkan setidaknya karena dua alasan.

Pertama, merasa bersyukur memiliki beberapa efek yang menguntungkan bagi kita: rasa syukur memungkinkan kita untuk menikmati pengalaman positif, mengatasi keadaan yang penuh tekanan dan menjadi tangguh dalam menghadapi tantangan, dan memperkuat hubungan sosial kita.

Menghitung berkat kita tidak hanya menghibur kita; itu juga dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan kita. Dalam serangkaian penelitian terkenal, psikolog Robert Emmons dan Michael McColough meminta peserta untuk membuat jurnal mingguan selama sepuluh minggu. Beberapa diminta untuk menulis tentang lima hal atau orang yang mereka syukuri setiap minggu, beberapa diminta untuk menulis tentang lima kerepotan yang mereka alami selama seminggu, dan kelompok ketiga diminta untuk menulis tentang lima peristiwa yang terjadi selama seminggu.

Peserta diminta untuk membuat daftar kerepotan termasuk yang berikut: parkir yang sulit ditemukan, menghabiskan uang mereka terlalu cepat, dan makaroni dan keju yang dibakar. Mereka yang mendaftar berkah menyebutkan pengalaman seperti kemurahan hati teman-teman mereka, belajar sesuatu yang menarik, dan melihat matahari terbenam melalui awan. Mereka yang berada dalam kelompok rasa syukur ini mendapat skor lebih tinggi pada ukuran emosi positif, gejala kesehatan fisik dan mental yang dilaporkan sendiri, dan mereka juga merasa lebih terhubung dengan orang lain dibandingkan dengan mereka yang membuat catatan rutin tentang hari-hari mereka atau menulis tentang kerepotan.

Alasan kedua,untuk berhenti sejenak untuk mengungkapkan rasa terima kasih adalah bahwa ungkapan terima kasih yang sederhana pun dapat memiliki efek yang kuat dan tahan lama bagi mereka yang menerimanya.

Dalam penelitian kami, Adam Grant dan saya menemukan bahwa ungkapan terima kasih meningkatkan perilaku prososial dengan memungkinkan orang merasa dihargai secara sosial.

Ungkapan terima kasih yang sederhana ini cukup ampuh dalam konteks menolong, tetapi efeknya bahkan lebih luas.

Harvard Health Publishing edisi 22 November 2011 menulis, dalam beberapa hal, rasa syukur mencakup semua makna ini. Syukur adalah penghargaan yang berterima kasih atas apa yang diterima, baik yang berwujud maupun tidak berwujud. Dengan rasa syukur, orang mengakui kebaikan dalam hidup mereka. Dalam prosesnya, orang biasanya menyadari bahwa sumber kebaikan itu setidaknya sebagian terletak di luar diri mereka. Akibatnya, rasa syukur juga membantu orang terhubung dengan sesuatu yang lebih besar dari diri mereka sendiri sebagai individu — baik dengan orang lain, alam, atau kekuatan yang lebih tinggi.

Dalam penelitian psikologi positif, rasa syukur secara kuat dan konsisten dikaitkan dengan kebahagiaan yang lebih besar. Syukur membantu orang merasakan emosi yang lebih positif, menikmati pengalaman yang baik, meningkatkan kesehatan mereka, mengatasi kesulitan, dan membangun hubungan yang kuat.

Orang-orang merasakan dan mengungkapkan rasa terima kasih dalam berbagai cara. Mereka dapat menerapkannya pada masa lalu (mengambil kenangan positif dan mensyukuri unsur masa kanak-kanak atau berkat masa lalu), masa kini (tidak menerima begitu saja nasib baik yang datang), dan masa depan (mempertahankan sikap penuh harapan dan optimis). Terlepas dari tingkat rasa terima kasih seseorang yang melekat atau saat ini, itu adalah kualitas yang dapat dikembangkan lebih lanjut oleh individu dengan sukses.

Saya dan Anda perlu bersyukur untuk cinta yang kita terima dalam aneka rupa. Bersyukurlah pula untuk kuntum bunga di taman, udara yang kita hirup dengan leluasa (kita doakan banyak saudara kita yang kesulitan bernapas karena sakit), derai tawa sesama, senyuman yang indah, dan tepukan di bahu oleh sahabat saat Anda tertekan. Jadi, dalam hidup ini Anda tidak sendirian. Selalu ada sahabat yang hadir tatkala Anda tercekam kesulitan.

Semoga kita selalu bersyukur, dan dengan itu kita menarik lebih banyak kebaikan dan berbagai berkat kehidupan.

Semoga Anda selalu sehat, cepat sembuh bila sedang sakit, diteguhkan bila sedang "down", dan tetap bersyukur meski tengah dalam ujian hidup. Rasa syukur bikin kita lebih mudah bahagia.
Tuhan memberkati kita.

Salam bahagia.

 

Penulis adalah peminat filsafat-teologi, CEO VDS Group, Pendiri/Pemimpin Umum IndonesiaSatu.co

Komentar