Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

KEAMANAN Selidiki Kasus Pembunuhan di Papua, Jokowi Perintahkan Panglima TNI dan Kapolri 04 Dec 2018 23:07

Article image
Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) (Foto: Ist)
"Oleh karena itu, pemerintah tak akan gentar dengan insiden ini. Pembangunan infrastruktur di Papua terus berlanjut. Kita tidak takut dengan hal seperti itu," kata Presiden Jokowi.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Tito Karnavian untuk segera menyelidiki kasus pembunuhan puluhan pekerja PT. Istaka Karya di Kabupaten Nduga, Papua.

Instruksi tersebut disampaikan Jokowi kepada wartawan di Jakarta, Selasa (4/12/18). Pasalnya, informasi terkait kasus pembunuhan pekerja proyek jembatan itu terbilang simpang siur.

Presiden Jokowi mengaku, mengenal baik medan Kabupaten Nduga yang terjal dan minim akses komunikasi. Karena itu, ia meminta detail kasus itu terkonfirmasi terlebih dahulu.

“Di Nduga itu tidak ada sinyal, sehingga ini masih perlu dikonfirmasi di sana; apakah betul kejadiannya seperti itu. Saya tadi pagi sudah perintahkan Panglima TNI dan Kapolri untuk selidiki dulu kebenaran kasusnya. Karena ini masih simpang siur,” kata Jokowi seperti dilansir CNNIndonesia.com.

Jokowi mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur di Papua memang rentan dengan masalah keamanan. Karena itu, pengamanan ekstra dibutuhkan demi menjalankan proyek infrastruktur di Papua, seperti melibatkan unsur TNI.

“Soal pengamanan, sebetulnya sudah dilakukan pemerintah ketika akan mengerjakan proyek konstruksi di Papua. Oleh karena itu, pemerintah tak akan gentar dengan insiden ini. Pembangunan infrastruktur di Papua terus berlanjut. Kita tidak takut dengan hal seperti itu. Tapi kita tahu, pembangunan di tanah Papua medannya sangat sulit dan masih ada gangguan keamanan seperti itu,” kata Presiden.

Seperti diberitakan sebelumnya, pembunuhan terhadap para pekerja proyek Istaka Karya terjadi pada hari Minggu (2/12/18) di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yigi, Kabupaten Nduga. Insiden pembunuhan ini diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Awalnya, dilaporkan 24 pekerja tewas dibunuh KKB danpekerja lainnya berhasil melarikan diri. Pekerja yang melarikan diri itu diamankan tokoh masyarakat setempat namun belum dapat dipastikan perkembangan terbarunya akibat sulitnya komunikasi.

--- Guche Montero

Komentar