Breaking News
  • 12 parpol lama lolos verifikasi faktual
  • 150 ton bahan narkoba asal China gagal masuk ke Indonesia
  • Eropa murka, siap jawab tantangan perang dagang Donald Trump
  • KM Pinang Jaya tenggelam di Laut Jawa akibat cuaca buruk
  • Presiden Jokowi masih pertimbangan Plt Gubernur dari Polri

MUSIK Semangat Perubahan Sosial dalam ‘Songs from the Heart of Kupang’ 15 Oct 2017 22:29

Article image
Album ‘Songs from the Heart of Kupang’, diluncurkan pada hari Sabtu, 14 Oktober 2017, di Paviliun 28 di Jakarta. (Foto: ist)
Yayasan Antarabangsa Singapura (Singapore International Foundation) memanfaatkan kekuatan seni untuk dampak sosial dalam kemitraan dengan Panti Asuhan Roslin, Nita Aartsen, Clement Chow, dan seniman internasional lainnya.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Terilhami oleh anak-anak di Panti Asuhan Roslin, Kupang, Indonesia, dua seniman kenamaan—musisi jazz Indonesia Nita Aartsen dan komposer Singapura Clement Chow—membuat album musik dalam kerja sama dengan Yayasan Antarabangsa Singapura (SIF) dan Panti Asuhan Roslin.

Album musik ini, yang berjudul ‘Songs from the Heart of Kupang’, diluncurkan pada hari Sabtu, 14 Oktober 2017, di Paviliun 28 di Jakarta. Album ini menampilkan suara anak-anak Panti Asuhan Roslin dengan kontribusi dari berbagai musisi internasional. Seluruh hasil penjualan album ini akan diberikan kepada Panti Asuhan Roslin.

“Proyek ini memperlihatkan semangat ‘gotong royong’ antara masyarakat Singapura dengan Indonesia. Kerja sama antara para seniman yang diadakan tahun lalu demi memberdayakan anak-anak Roslin, telah berbuah album music untuk membantu penggalangan dana di masa depan bagi panti asuhan. Nikmati musiknya dan bermurah hatilah untuk mendukung program pendidikan dan penghidupan di Panti Asuhan Roslin,” kata Jean Tan, Direktur Eksekutif SIF.

Pembuatan album ini adalah kelanjutan selepas berakhirnya The Kupang Project yang didukung oleh SIF pada tahun 2016. Album ini dan The Kupang Project adalah bagian dari inisiatif SIF yang bertajuk Seni demi Kebaikan Umum (Arts for Good) guna menggali kekuatan seni untuk dampak sosial.

The Kupang Project adalah kerja sama antara seniman Singapura dengan Indonesia dan Panti Asuhan Roslin untuk memasukkan keterampilan yang berkaitan dengan seni dalam pendidikan anak-anak agar mereka dapat mengembangkan kepercayaan diri dan bakat artistik. Para seniman ini mengadakan serangkaian lokakarya Train-the-Trainer (Pelatihan untuk Pelatih) bagi pengasuh di panti asuhan dan mengembangkan Creative Education Programme (Program Pendidikan Kreatif) agar dapat bermanfaat bagi anak-anak panti asuhan yang akan datang.

“Saya sangat berterima kasih atas kesempatan untuk memimpin proyek music ini dan sangat menghargai dukungan musisi dan tim dari seluruh dunia, termasuk dari Indonesia, Singapura, Prancis, Belgia, Inggris, dan Belanda. Saya terutama berterima kasih kepada Pak Budi, keluarganya, dan anak-anak Panti Asuhan Roslin, yang begitu yakin untuk mewujudkan album ini. Selamat kepada kita semua dan damai di bumi!” kata Nita Aartsen, Direktur Musik dan Komposer album musik Songs from the Heart of Kupang.

“Saya sangat gembira bisa bertemu dengan Pak Budi dan menghabiskan waktu bersama anak-anak Panti Asuhan Roslin. Saya senang telah memperkenalkan Nita pada proyek ini, dan bekerja sama dengan beliau dan seniman lainnya untuk membagikan keterampilan dan pengetahuan kami kepada anak-anak. Kami bahagia melihat mereka dapat mengekspresikan dirinya dengan lebih baik dan beroleh kepercayaan diri dalam prosesnya,” kata Clement Chow, Produser dan Komposer album musik Songs from the Heart of Kupang.

Inisiatif Arts for Good (Seni demi Kebaikan Umum) dari SIF mengajak keikutsertaan masyarakat yang lebih luas melalui seni untuk membantu dalam perubahan berkelanjutan, terutama dalam mendorong masyarakat yang bersatu, mempromosikan kehidupan perkotaan yang menjaga kelestarian, dan memberdayakan penghidupan.

“Kami sangat senang dapat kembali bekerja sama dengan Nita dan Clement, dan kami sangat menghargai bantuan dan kesediaan berpartisipasi sepenuh hati dari teman-teman di Singapura. Kemitraan ini dibangun atas dasar saling percaya dan saling bekerja sama untuk menciptakan profesional masa depan yang dapat berkontribusi bagi masyarakat.” kata Budi Soehardi, pendiri Panti Asuhan Roslin.

--- Sandy Romualdus

Komentar