Breaking News
  • Indonesia-Australia jajaki tarif 0 persen untuk tiga komoditas
  • Kemendag amankan minuman beralkohol tanpa izin impor
  • Laos tertarik alutsista dan pupuk Indonesia
  • OJK: Masyarakat banyak belum paham fungsi produk jasa keuangan

PERTAHANAN Sempat Terhambat Soal Harga, Indonesia Segera Datangkan Jet Tempur Su-35 09 Jun 2017 09:57

Article image
Pesawat tempur Sukhoi Su-35 mampu bermanuver hingga 120 derajat ketika melakukan penyerangan. (Foto: Sukhoi.org)
Pembelian pesawat Sukhoi Su-35 telah diputuskan Kementerian Pertahanan sejak setahun lalu untuk mengganti pesawat F-5/Tiger yang sudah memasuki batas operasi.

MOSKOW, IndonesiaSatu.co – Armada Angkatan Udara Indonesia dalam waktu dekat akan diperkuat pesawat tempur buatan Rusia, Sukhoi-35 (SU-35). Negosiasi antara Rostec dan Pemerintah Indonesia terkait pembelian pesawat tempur Sukhoi-35 (SU-35) telah memasuki tahap akhir. Demikian diungkapkan Direktur Kerja Sama Internasional dan Kebijakan Regional Rostec, Victor Kladov.

Rostec merupakan perusahaan milik pemerintah Rusia yang bergerak dalam industri pertahanan dan militer. Menurut Kladov, Rostec dan Pemeritah Indonesia sudah mencapai kata sepakat dalam rencana pembelian pesawat tempur SU-35.

“Semua klausul di kontrak telah disepakati,” ujar Kladov kepada media massa, Rabu (7/6/2017).

Sebelumnya, Pemerintah Rusia dan Pemerintah Indonesia disebut tengah melakukan negosiasi soal rencana pembelian pesawat tempur terbaru buatan Rusia tersebut. Pembicaraan kontrak tersebut telah dilakukan pada Maret 2017 silam. Hal ini dikonfirmasi oleh salah satu pejabat dari Federal Service for Military Technical Cooperation (FSTMC) Rusia.

Pembelian pesawat Sukhoi Su-35 telah diputuskan Kementerian Pertahanan sejak setahun lalu untuk mengganti pesawat F-5 Tiger yang sudah memasuki batas operasi. Kedatangan pesawat tempur buatan Rusia pesawat generasi keempat tersebut sempat tersendat karena belum kunjung ada kesepakatan masalah harga.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengakui alasan terhambatnya pembelian pesawat modern tersebut.

"Begini, bukan tidak ada progres. Saya menekankan harganya berapa. Selagi harganya belum ada, saya akan tanya terus," ujar Ryamizard saat mendatangi pameran IndoDefence 2016 di Jakarta International Expo, Jakarta Pusat, awal November 2016.

Pesawat tempur SU-35 merupakan varian terbaru pesawat tempur yang dikembangkan oleh perusahaan penerbangan asal Rusia, Sukhoi. Pengembangan tersebut dilakukan Sukhoi pada 2003 hingga 2008. Pesawat SU-35 pertama kali diperkenalkan ke publik pada saat gelaran Paris Air Show pada 2013 silam. Pesawat ini disebut merupakan pesawat generasi terbaru '4++ Generation'.

Seperti pada varian sebelumnya, SU-35 merupakan pesawat tempur yang memiliki berbagai keunggulan dan bisa diterjunkan ke dalam berbagai pertempuran.

Business Insider sejak empat tahun lalu menyebutkan pesawat tempur generasi keempat buatan Rusia ini menjadi yang paling laris di pasar.

Pesawat ini mampu bermanuver hingga 120 derajat ketika melakukan penyerangan dan meningkatkan kecepatan saat lepas landas maupun mengurangi kecepatan saat mendarat.
Kemampuan tinggi ini mampu dibaca pilot dengan baik lewat sistem serba digital yang terpasang di dalam pesawat, serta mesin Luylka AL-31FM (AL-35F) yang lebih baik dari Su-27.

Pesawat ini memiliki kecepatan hingga 1.400 km per jam di atas laut dan 2.400 km per jam di ketinggian 60 ribu kaki. Harga satu unit SU-35 dibanderol antara USD 40 juta (atau setara Rp 505 miliar) hingga USD 65 juta (Rp 821 miliar) untuk membuat satu unit pesawat Su-35 itu.

Kekuatan utama dari Su-35 berada pada sensor mereka. Radar jenis NIIP Tikhomirov Irbis-E diklaim mampu mendeteksi 30 target di udara, 4 objek di darat dengan jarak hingga 400 km.

Pesawat ini dilengkapi 30 mm GSh-30 internal cannon yang mampu menembakkan 150 butir peluru. Terdapat 12 slot yang terdiri dari 2 wingtip rails dan 10 wing dan mampu membawa misil, roket dan bom dengan bobot maksimal 8.000 kg

 

--- Simon Leya

Komentar