Breaking News

PENDIDIKAN Senat Unflor Gelar Wisuda Online Periode Genap 2019/2020 27 Oct 2020 17:55

Article image
Orang tua dari salah satu Wisudawati saat memindahkan tali kucir pada Acara Wisuda Unflor 2019/2020. (Foto: Che)
"Tentu akan menjadi sejarah tersendiri bagi para wisudawan-wisudawati, karena untuk pertama kali dalam sejarah akademik, orang tua yang memindahkan tali kucir saat wisuda," ungkap Doktor Simon.

ENDE, IndonesiaSatu.co-- Sidang Senat Terbuka Universitas Flores (Unflor) Ende, Selasa (27/10/2020) menggelar acara Wisuda untuk 374 Sarjana Muda periode Genap 2019/2020 dari 14 Program Studi (Prodi) secara online.

Dalam sambutannya, Ketua Senat sekaligus Rektor Universitas Flores, Dr Simon Sira Padji, MA mengatakan bahwa secara kelembagaan, alasan Unflor menggelar wisuda secara online dikarenakan saat ini masih dalam masa pendemi Covid-19, sehingga hal ini (wisuda online, red) tersebut sebagai wujud dari seruan Protokol Kesehatan guna menghindari dampak penyebaran virus Corona.

Doktor Simon menegaskan bahwa Lembaga pendidikan harus tetap menjadi gerbang menuju masa depan, terutama di tengah tuntutan era revolusi industri 4.0.

"Sarjana harus mampu dan siap di tengah tuntutan zaman yang mengandalkan teknologi (digital) dan kemajuan informasi. Songsonglah masa depan dengan bekal akademik (Sarjana) yang dimiliki," ungkap Doktor Simon.

Dijelaskan bahwa meskipun dilakukan secara online, namun tidak akan mengurangi makna dari pelaksanaan wisuda, karena pada dasarnya secara akademik para mahasiswa sebenarnya sudah lulus saat Yudisium, sedangkan pelaksnaaan wisuda hanyalah sekedar seremoni.

"Wisuda online ini digelar semata-mata karena pertimbangan untuk menghindari dampak Covid-19 dengan data penyebaran yang masih fluktuatif, karena kami tidak ingin ada klaster baru di Kampus Uniflor pasca digelar wisuda," ujar Ketua Senat.

Diterangkan bahwa pada pelaksanaan wisuda online, para wisudawan-wisudawati tidak datang ke kampus, namun tetap tinggal di rumah atau kos dan orang tua yang memindahkan tali kucir dari masing-masing wisudawan.

"Tentu akan menjadi sejarah tersendiri bagi para wisudawan-wisudawati, karena untuk pertama kali dalam sejarah akademik, orang tua yang memindahkan tali kucir saat wisuda," lanjut Simon.

Tingkatkan Kualitas SDM

Sementara dalam orasi ilmiah, Menteri Ketenagakerjaan RI, Hj. Ida Fauziah, menekankan pentingnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) untuk kemajuan pendidikan di Indonesia pada umumnya dan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada khususnya.

"Hanya melalui lembaga pendidikan, kita dapat meningkatkan kualitas SDM. Sarjana Harus siap terjun dan membuktikan diri sebagai kaum terdidik yang siap berkontribusi untuk masyarakat, bangsa dan negara," kata Menteri Fauziah.

Menteri Fauziah juga membeberkan peta ketenagakerjaan secara regional di wilayah NTT.

"Lebih dari 60 persen di daerah Kabupaten Ende, NTT, angkatan kerja hanya tingkat SMP ke bawah. Sementara hanya 10 persen angkatan kerja yang standar SMP ke atas," bebernya.

Menteri mengatakan itulah potret angkatan kerja secara regional, sehingga kehadiran Lembaga Unflor diharapkan mampu menyiapkan angkatan kerja yg produktif dan inovatif di tengah tuntutan pasar kerja yang mengandalkan teknologi (digital) dan kompetensi.

"Tantangan pengangguran sekarang yakni angkatan kerja dengan status Diploma dan Sarjana. Namun saya optimis, lulusan Unflor akan mampu menjadi motor pembangunan di NTT dan Indonesia timur di tengah tuntutan revolusi industri 4.0," katanya.

"Jadilah pribadi yg kompeten untuk berkomptensi. Tetap rendah hati, terus belajar, ikut pelatihan, kembangkan soft skill, jadilah wirausaha, tanamkan rasa cinta serta jadilah generasi harapan bangsa," harap Menteri.

Semangat Sumpah Pemuda

Sementara itu, Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi, dalam sambutannya menyinggu semangat Sumpah Pemuda 28 Oktober sebagai spirit untuk memperkuat semangat nasionalis menuju Indonesia Maju.

Wagub Nae Soi mengingatkan untuk menghormati kompetensi dan spesifikasi ilmu yg sudah diperoleh, menjaga integritas dan spiritualitas serta intelektualitas, agar terus membanggakan alma mater Unflor.

"Non scholae sed vitae discimus; sekolah tidak hanya untuk belajar, melainkan untuk hidup. Harus yakin diri dan berani bermimpi bahwa kita mampu berguna bagi masyarakat dan bangsa, terutama untuk NTT tercinta," kata Wagub.

Wagub mengharapkan dukungan segenap civitas akademika Unflor untuk pembangunan SDM.

"Tugas kita bersama yakni memanusiakan manusia NTT, agar kita mampu bersaing dalam berbagai sektor kehidupan. Peran Unflor dan para Sarjana sangat penting dan vital dalam membangun bangsa dan peradaban ini. Selamat datang di kampus kehidupan. Mari bersinergi menuju NTT Bangkit, Masyarakat sejahtera," harap Wagub Nae Soi.

Sementara itu, Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Flores (Yapertif), Lori Gadi Djou, mengatakan bahwa meski digelar secara online, namun makna wisuda tetap menjadi spirit lembaga pendidikan dalam mencerdaskan generasi bangsa melalui bekal akademik.

"Kita tidak semata mengandalkan Ijazah, namun komitmen moral dan kerendahan hati harus sungguh tertanam dalam diri para wisudawan-wisudawati. Semoga lembaga Pendidikan Tinggi Unflor ini terus melahirkan lulusan-lulusan terbaik yang siap berkontribusi untuk kemajuan masyarakat," kata Lori.

Lori juga menyampaikan rasa syukur, karena setelah 40 tahun, Teknik Sipil akhirnya lolos akreditasi B.

Pada kesempatan yang sama, pihak Yapertif juga memberikan penghargaan khusus bagi para dosen dengan usia pengabdian 25 tahun di Unflor.

Juga penghargaan khusus untuk salah satu karyawan yang akan memasuki masa purnabakti, Bernadete Sule.

"Selamat berjuang bagi segenap wisudawan-wisudawati. Tunjukan bahwa kalian bisa," tandas Lori memotivasi para Sarjana Muda.

--- Guche Montero

Komentar