Breaking News

HUKUM Sengketa Pilpres, Yusril Optimistis MK Tolak Gugatan PHPU Kubu Prabowo-Sandi 22 Jun 2019 16:23

Article image
Ketua Tim Kuasa Hukum TKN Paslon 01: Jokowi-Amin, Yusril di gedung MK. (Foto: Tribunnews.com)
Saya kira dalam dugaan saya majelis hakim tentu akan menolak permohonan pemohon seluruhnya," kata Yusril.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Ketua Tim Kuasa Hukum Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Maruf Amin, Yusril Ihza Mahendra, optimistis majelis hakim Mahkamah Konstitusi MK) akan menolak gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Presiden-Wakil Presiden.

Menurut ketua umum Partai Bulan Bintang (PBB) itu, pemohon dalam hal ini tim kuasa hukum Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, belum mampu membuktikan dalil-dalil permohonan.

"Tidak bisa membuktikan apa-apa," tegas Yusril, di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat (21/6/19) seperti dilansir Tribunnews.com.

Pemohon menyebutkan adanya pelanggaran dan kecurangan bersifat Terstruktur, Sistematis, dan Masif (TSM) selama penyelenggaraan Pemilu 2019.

Untuk mendukung adanya pelanggaraan itu, pemohon mengajukan saksi, ahli dan alat bukti lainnya ke persidangan.

Namun, kata pakar hukum tata negara itu, pemohon tidak berhasil membuktikan dalil-dalil permohonan. Sebaliknya, dia merasa pihaknya selaku pihak terkait menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi selama Pilpres 2019.

"Apa yang kami kemukakan di persidangan ini adalah benar, terbukti dan secara sah dan meyakinkan. Dan kalau memang seperti itu keadaannya, saya kira dalam dugaan saya majelis hakim tentu akan menolak permohonan pemohon seluruhnya," kata Yusril.

Pihaknya menunggu putusan dari majelis hakim konstitusi pada Jumat (28/6/19). Dia meminta agar majelis hakim memutus seadil-adilnya.

Dia menyinggung pembacaan ayat 135 surat An-Nisa yang dibacakan Zulfadli, selaku kuasa hukum pemohon. Dia meminta para pihak menerima putusan hakim konstitusi.

"Jadi, apa pun putusan hakim mudah-mudahan akan diterima dengan kebesaran jiwa. Masalah ini tidak ada lagi konflik pertentangan. Kami percaya hukum adalah mekanisme untuk menyelesaikan konflik secara adil, damai dan bermartabat dan kami percaya Mahkamah Konstitusi akan menjalankan tugas dan amanah," yakinnya.

--- Guche Montero

Komentar