Breaking News

BERITA Sensus Penduduk 2020 Gunakan Metode Kombinasi 05 Feb 2020 16:47

Article image
Ilustrasi Sensus Penduduk 2020 dengan Metode Kombinasi (Foto: twipu.com)
Sensus Penduduk 2020 bertujuan untuk Mencatat Indonesia guna mengetahui karakteristik seluruh penduduk Indonesia tanpa kecuali.

KUPANG, IndonesiaSatu.co-- Sensus Penduduk (SP) di Indonesia terakhir kali dilaksanakan pada tahun 2010 dengan metode tradisional yaitu mengunjungi penduduk satu per satu dari rumah ke rumah (door to door). Petugas pencacah mendatangi setiap orang yang teridentifikasi sebagai penduduk untuk didata.

Namun, pada Sensus Penduduk 2020 yang akan dilaksanakan pada 15 Februari-31 Maret 2020, untuk pertama kalinya akan digunakan Metode Kombinasi, yaitu pendataan penduduk yang mengombinasikan antara pencacahan metode tradisional dengan metode baru yang berbasis data dari Penduduk dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Melansir Garda Indonesia, proses Mencatat Indonesia pada Sensus Penduduk 2020 dilakukan dengan tiga cara yakni;

Pertama, Sensus Penduduk Online. Setiap penduduk dapat mengisi datanya secara mandiri melalui laman (website) yang dapat diakses melalui gawai atau gadget (komputer, telepon genggam, dan laptop), dengan cara memasukkan Nomor Kartu Keluarga dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada alamat laman/website: http://sensus.bps.go.id

Kedua, Pencacahan Langsung dengan handphone Android pada Juli 2020, yaitu Petugas sensus akan mendatangi penduduk satu per satu untuk melakukan wawancara tatap muka. Selanjutnya hasil wawancara akan langsung diunggah (diinput) ke handphone android petugas. Metode ini dikenal dengan Pencacahan Metode Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI).

Ketiga, Pencacahan Langsung dengan Kertas pada Juli 2020, yaitu Petugas sensus akan mendatangi penduduk satu per satu untuk melakukan wawancara tatap muka. Hasil wawancara akan diinput ke dalam kuesioner kertas. Metode ini dikenal dengan Pencacahan Metode Paper Assisted Personal Interviewing (PAPI).

Adapun alasan harus ada Sensus Penduduk 2020, yakni untuk Mencatat Indonesia guna mengetahui karakteristik seluruh penduduk Indonesia tanpa kecuali, sebagai data dasar dalam menentukan kebijakan pembangunan, dan agar pembangunan lebih efektif dan tepat sasaran.

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) saat Pencanangan Sensus Penduduk 2020 di Istana Negara, Jakarta, Jumat (24/1/20) menyampaikan bahwa kunci utama dari kesuksesan Sensus Penduduk 2020 adalah partisipasi dari seluruh elemen bangsa untuk menuju ‘Satu Data Kependudukan Indonesia’.

Demikian pula Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dalam Instruksi bernomor: BU.470/01/BPS/2020 tanggal 17 Januari 2020, meminta kepada Bupati/Wali Kota, Pimpinan Perangkat Daerah Lingkup Pemprov NTT, Kepala Kantor/Instansi Vertikal, Kepala BUMN/BUMD, dan Rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN)/Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-NTT dengan mewajibkan setiap Aparatur Sipil Negara (ASN), Karyawan/Mahasiswa pada satuan kerjanya untuk melakukan SP2020 yang akan dilaksanakan pada 15 Februari-31 Maret 2020 dengan mengakses laman http://sensus.bps.go.id.

Gubernur Victor juga mewajibkan setiap ASN/ Karyawan/Mahasiswa pada satuan kerjanya untuk turut mensosialisasikan SP 2020 kepada keluarga, tetangga, dan kelompok masyarakat agar dapat berpartisipasi.

--- Guche Montero

Komentar