Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

INTERNASIONAL Seorang Pastor Katolik Ditembak Mati di Filipina Utara 11 Jun 2018 12:05

Article image
Pastor Richmond Nilo yang menjadi korban penembakan di Filipina Utara. (Foto:Catholic Bishops' Conference of the Philippines via philstar.com)
Nilo merupakan pastor ketiga yang menjadi korban tewas akibat penembakan orang tak dikenal dalam kurun waktu enam bulan terakhir di wilayah utara Filipina.

MANILA, IndonesiaSatu.co -- Seorang pastor Katolik bernama Richmond Nilo ditembak mati oleh orang tak dikenal di wilayah Nueva Ecija, Filipina bagian utara, Minggu (10/6/2018) sore waktu setempat.

Rilis Konferensi Para Uskup Filipina, seperti dikutip dari Philstar.com (Senin, 11/6/2018), menyebutkan Pastor Nilo ditembak sesaat sebelum ia memimpin upacara ekaristi (ibadah Katolik) pada hari Minggu sekitar pukul lima sore di sebuah kapel di kota Zaragoza.

Nilo berasal dari Keuskupan Cabanatuan. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Kolese “Immaculate Conception” di Kota Cabanatuan.

Penembakan terhadap Pastor Nilo terjadi hanya satu pekan setelah insiden penembakan orang tak dikenal terhadap pastor Rey Urmeneta dari Paroki Santo Mikhael di Calamba. Beruntung, Urmeneta hanya terluka dalam insiden yang terjadi di Laguna itu.

Nilo merupakan pastor ketiga yang menjadi korban tewas akibat penembakan orang tak  dikenal dalam kurun waktu enam bulan terakhir di wilayah utara Filipina.

Pada 29 April lalu, pastor Mark Ventura dibunuh oleh penyerang bersenjata sesaat setelah merayakan ibadah hari Minggu di wilayah Gattaran, Provinsi Cagayan.

Sebelumnya, pada 4 Desember 2017, pastor Marcelito Paez yang juga seorang aktivis ditembak mati di wilayah Jaen, Nueva Ecija, di utara Filipina.

Pihak kepolisian setempat tengah menyelidiki motif dan latar belakang dari aksi penembakan terhadap para pastor Katolik itu.

--- Rikard Mosa Dhae