Breaking News

INTERNASIONAL Serangan di Desa Niger Tewaskan 100 Orang 04 Jan 2021 12:04

Article image
Tentara Nigeria menanggapi penyergapan selama pelatihan di dekat Po, Burkina Faso, bagian dari Latihan Flintlock 2019, 26 Februari 2019. (Foto: The Defence Post(
Niger juga telah menyaksikan pembunuhan balas dendam antara komunitas etnis yang bersaing yang telah dipicu oleh kekerasan jihadis dan persaingan untuk mendapatkan sumber daya yang langka.

NIAMEY, IndonesiaSatu.co -- Seratus orang tewas pada hari Sabtu dalam serangan di dua desa di Niger barat, demikian diumumkan Perdana Menteri Brigi Rafini m menyusul salah satu hari paling mematikan untuk sebuah negara yang dilanda kekerasan dengan membawa agama.

Rafini mengumumkan jumlah korban tewas dalam pidato yang disiarkan di televisi nasional pada Minggu dari kunjungan ke zona itu, dekat perbatasan dengan Mali. Dia tidak mengatakan siapa yang bertanggung jawab.

Sumber-sumber keamanan yang dikutip Reuters mengatakan pada Sabtu bahwa sedikitnya 70 warga sipil telah tewas dalam serangan serentak oleh para militan Islam di desa Tchombangou dan Zaroumdareye.

Niger telah berulang kali mengalami serangan oleh militan yang terkait dengan al Qaeda dan ISIS di dekat perbatasannya dengan Mali dan Burkina Faso.

Kekerasan adalah bagian dari krisis keamanan yang lebih luas di wilayah Sahel Afrika Barat yang telah membuat ngeri sekutu Barat seperti Prancis, yang telah mengerahkan pasukan dan sumber daya ke wilayah tersebut.

Niger juga telah menyaksikan pembunuhan balas dendam antara komunitas etnis yang bersaing yang telah dipicu oleh kekerasan jihadis dan persaingan untuk mendapatkan sumber daya yang langka.

Serangan hari Sabtu terjadi pada hari yang sama ketika komisi pemilihan mengumumkan hasil dari putaran pertama pemilihan untuk menggantikan Presiden Mahamadou Issoufou, yang mengundurkan diri setelah satu dekade berkuasa.

--- Simon Leya

Komentar