Breaking News
  • Ada 70.000 ibu hamil dan menyusui di antara pengungsi Rohingya
  • ASEAN Para Games - Doni Yulianto sumbang emas nomor kursi roda 1.500m
  • Kemenperin buka rekrutmen PNS untuk 380 formasi
  • Malaka, NTT diguncang gempa
  • Menhub: uji coba Transjabodetabek hasilnya kurang maksimal

SELEBRITI Serangan Jantung Akhiri Hidup Eddy Silitonga 25 Aug 2016 16:22

Article image
Jenazah Eddy Silitonga diselimuti kain Ulos. (Foto: Antara)
Jenazah pelantung tembang lawas “Ayah dan Biarlah Sendiri” akan berada di ruang Kenanga 2, Rumah Duka RS Fatmawati, Jakarta Selatan hingga Sabtu 27 Agustus mendatang.

JAKARTA,IndonesiaSatu.co-- Jenazah penyanyi senior Eddy Silitonga yang meninggal dunia di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta, Kamis (25/8/2016) pukul 00.05 WIB akan disemayamkan di rumah sakit tersebut hingga tiga hari mendatang.

"Ya benar, Eddy Silitonga sudah meninggal. Saat ini berada di rumah duka RSUP Fatmawati," ungkap Winny, Koordinator Humas RSUP Fatmawati, saat dikonfirmasi,  Kamis (25/8/2016). 

Jenazah pelantung tembang lawas “Ayah dan Biarlah Sendiri” akan berada di ruang Kenanga 2, Rumah Duka RS Fatmawati, Jakarta Selatan hingga Sabtu 27 Agustus mendatang.

Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa Eddi Silitonga meninggal akibat penyakit diabetesnya yang telah merembet ke jantungnya.

Rencananya jenazah Eddy akan dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Kandang, Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Sabtu (27/8), 

Terlihat sejumlah kerabat dan saudara mulai berdatangan untuk melihat jasad Eddy untuk terakhir kalinya. Keluarga juga menyelenggarakan prosesi adat Batak untuk jenazah Eddy Silitonga.

Dalam prosesi adat Batak, kedua anak kembarnya, Marco dan Mario serta dua anak perempuan Eddy juga melantunkan lagu rohani berjudul “Menjulang Nyata Atas Bukit Kala” sembari terisak tangis.

Sesekali Marco dan Mario terlihat membelai kening sang ayah yang telah terbujur kaku di atas dipan yang diselimuti kain ulos, sebagai tanda prosesi adat tersebut.

Sebelum menghembuskan napas terakhir Eddy Silitonga sempat sadarkan diri setelah terkena serangan jantung.

“Dia diantar ke ICCU jam 6 sore, cuma baru sekitar 50 menit apa 30 menit beliau kena serangan jantung. Dari situ beliau denyut jantungnya sudah hilang. Namun karena upaya dari para medis ya dipompa terus, pompa terus akhirnya muncul lagi terus dilarikan ke ICU. Di ICU pun dirawat sedemikian rupa dengan baik, hingga beliau ini sadar dan sehat,” kata adik kandung Eddy, Anton Silitonga.

Dalam keadaan sadar, Eddy sempat meminta ponselnya dan menanyakan beberapa saudaranya. Namun tiba-tiba kondisi tubuh Eddy kembali drop selama beberapa kali.

“Namun rupanya kondisi tubuh yang tadi sudah drop lagi sampai beberapa kali sehingga puncaknya itu tadi malam,” sambungnya.

Kadar gula darah Eddy sempat menurun sampai 19 mg/dL hingga memengaruhi organ tubuhnya seperti jantung, paru-paru, dan lain-lain.

“Beliau sakitnya itu gula, dibeates. Waktu dia dilarikan ke rumah sakit itu gula darahnya tuh 19. Jadi karena rendah sekali jadi dampaknya ke organ tubuh yang lain ke jantung, paru-paru, (komplikasi) begitu sepertinya,” pungkasnya.

 

--- Very Herdiman

Komentar