Breaking News
  • Ada 70.000 ibu hamil dan menyusui di antara pengungsi Rohingya
  • ASEAN Para Games - Doni Yulianto sumbang emas nomor kursi roda 1.500m
  • Kemenperin buka rekrutmen PNS untuk 380 formasi
  • Malaka, NTT diguncang gempa
  • Menhub: uji coba Transjabodetabek hasilnya kurang maksimal

KEAMANAN Serangan Polda Sumut, Kepala Lingkungan: Salawudin Orangnya Tertutup 26 Jun 2017 06:58

Article image
Salawudin Pakpahan, salah satu pelaku penyerangan pos jaga Polda Sumut. (Foto: jpnn.com/sumutpos.co))
Dari hasil penggerebakan di rumahnya, polisi menemukan ada tulisan Arab seperti lambang ISIS di dinding rumah bagian depan.

MEDAN, IndonesiaSatu.co --  Identitas dan sepak terjang pelaku serangan pos penjaga Polda Sumatera Utara (Sumut) perlahan-lahan terkuak. Salah satu pelaku penyerangan yang tewas ditembak polisi yang sebelumnya hanya disebut berinisial SP ternyata bernama lengkap Salawudin Pakpahan.

Dari hasil penggerebakan di rumahnya,  polisi menemukan ada tulisan Arab seperti lambang ISIS di dinding rumah bagian depan.

Menurut Kepala Lingkungan 17 Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Heri Isniani, Salawudin dan kekuarganya sudah puluhan tahun menjadi warganya. Dia dan warga lainnya tidak menduga, kalau Salawudin ikut jaringan ISIS.

“Setahu kami, Salawudin orangnya tertutup. Ya, paginya dia keluar rumah dan sorenya pulang dari berjualan kelontong,” ungkapnya seperti diberitakan Sumutpos.co, Minggu (25/6/2017).

Heri pun mengakui jika pelaku tidak aktif perwiritan, begitu juga dengan istrinya Masni.

Hal senada juga dikatakan Darso (47) tetangga pelaku mengatakan, jika pelaku jarang berbaur dengan warga lainnya. “Ya, paling-paling say helo saja. Karena dia paginya pergi berjualan. Dan paling-paling jumpa di depan rumahnya,” kata Darso.

Masih kata Darso, mereka pun tak menduga jika tetangganya itu masuk jaringan ISIS dan menyerang Poldasu.

“Kami tak pernah pula curiga, karena pelaku perginya pagi dan sore pulang dari berjualan. Tak pernah ada orang datang yang mencurigakan ke rumahnya,” terang Darso.

Soal gambar mirip bendera ISIS yg dicat di depan rumahnya, diakui Darso baru dibuat sekitar dua tahun lalu.

“Soal itu pun kami tak curiga juga bang. Karena tulisannya ayat-ayat Alquran,” sebutnya.

Pantaun di lokasi, warga terus menerus mendatangi kediaman pelaku dan berdesak-desakan untuk mengetahui secara dekat. Petugas kepolisian baik dari Polsek, Polrestabes Medan dan Brimobdasu beserta Tim Inafis masih melakukan olah TKP untuk mengambil barang bukti pendukung aksi Pelaku.

Bahkan polisi pun memasang garis polisi di kediaman pelaku, agar warga tidak mendekati lokasi rumah pelaku yang dijagai personel Brimob bersenjatakan laras panjang.

--- Simon Leya

Komentar