Breaking News

INTERNASIONAL Serangan Teror di Pusat Kota Wina, Dua Orang Tewas dan Belasan Terluka 03 Nov 2020 10:22

Article image
Salah satu lokasi teror di pusat kota Wina, Austria. (Foto: spiegel.de)
Kanselir Austria Sebastian Kuerz mengutuk aksi penembakan brutal di Wina sebagai serangan teror yang mengerikan.

WINA, IndonesiaSatu.coRentetan tembakan terjadi di enam lokasi di Kota Wina, Austria, pada Senin (2/11/2020) sekitar pukul delapan malam waktu setempat.

Disitir dari Spiegel Online, Selasa (3/11/2020), otoritas kepolisian Wina mengatakan, rentetan tembakan tersebut dilakukan oleh sejumlah pria dan langsung dibalas oleh aparat setempat.

Informasi dari kepolisian menyebutkan, serangan sporadis tersebut menyebabkan dua orang tewas dan melukai belasan orang lainnya, termasuk aparat kepolisian.

Salah satu lokasi penembakan tersebut adalah sebuah sinagoga. Serangan di lokasi itu menewaskan satu orang dan melukai beberapa orang lainnya.

Sejumlah pelaku penembakan berhasil lolos dari kepungan polisi dan ditengarai masih berada di dalam kota Wina. Karena itu, polisi menghimbau seluruh warga agar tetap mengamankan diri di rumah atau gedung.

Menteri Dalam Negeri Austria Karl Nehammer mengatakan, aksi penembakan di Wina merupakan serangan teror. Sejumlah pelaku serangan ditengarai menggunakan senjata berat dan sangat berbahaya.

“Kami telah mengerahkan sejumlah pasukan khusus, yang kini diterjunkan untuk mencari terduga teroris. Oleh karena itu, saya tidak membatasi pada area Wina saja karena para pelaku ini bergerak ke mana-mana,” kata Nehammer seperti dikutip dari spiegel.de, Selasa (3/11/2020).

Sementara itu, Wali Kota Wina Michael Ludwig menyatakan, sekitar 15 orang yang terluka akibat serangan tersebut sedang dirawat di sejumlah rumah sakit di Wina. Tujuh orang di antaranta saat ini dalam kondisi kritis.

Kanselir Austria Sebastian Kuerz mengutuk aksi penembakan brutal di Wina sebagai serangan teror yang mengerikan.

“Aparat kepolisian kita akan melakukan tindakan tegas terhadap para pelaku serangan teror yang mengerikan ini,” demikian salah satu pernyataan Kuerz melalui akun Twitter.

--- Henrico Penu