Breaking News
  • Banjir landa 21 kelurahan di Tebing Tinggi
  • Imigrasi Ngurah Rai beri "exit pass" seminggu bagi wisman
  • Jokowi: Kawasan GBK Harus Jadi Ruang Publik Bagi Masyarakat
  • PVMBG: gas SO2 Gunung Agung menurun
  • Sebanyak 50 ton ikan Danau Maninjau mati

INTERNASIONAL Setelah 10 Tahun Blokade, Perbatasan Palestina-Mesir Dibuka Kembali 18 Nov 2017 22:29

Article image
Warga Palestina yang menunggu kesempatan melintasi perbatasan di Jalur Gaza. (Foto: AFP)
Warga Palestina menyambut gembira atas kebijakan penghapusan blokade dan berharap agar pembukaan Jalur Gaza berlaku permanen untuk meringankan krisis ekonomi di kawasan itu.

GAZA, IndonesiaSatu.co -- Setelah berlangsung selama 10 tahun, blokade di perbatasan Mesir dan Palestina di Jalur Gaza kembali dibuka. Dilansir Deutsche Presse Agentur/dpa, Sabtu (18/11/2017), pembukaan kembali perbatasan tersebut hanya berlaku untuk tiga hari karena alasan kemanusiaan.

 Meski hanya tiga hari, pembukaan blokade tersebut diharapkan membantu warga Palestina untuk lebih mendapat akses lalu-lintas manusia maupun barang dari dan ke Jalur Gaza melalui Mesir.

Para pengamat menyebutkan, rekonsiliasi yang dihasilkan dari negosiasi antara Otoritas Palestina (PLO) yang dikuasai oleh Partai Fatah dengan penguasa Jalur Gaza, Partai Hamas, memiliki pengaruh signifikan terhadap pembukaan kembali perbatasan itu. Mesir sendiri berperan sebagai mediator dalam negosiasi kubu internal Palestina tersebut.

Terkait hasil negosiasi tersebut, Hamas akhirnya menarik pasukannya dari tiga titik perbatasan di Jalur Gaza untuk diserahkan kepada otoritas PLO pada 1 November lalu. Kebijakan Hamas memudahkan Mesir untuk mengurangi larangan dan pembatasan terhadap arus manusia dan barang dari dan ke Jalur Gaza.

Warga Palestina menyambut gembira atas kebijakan penghapusan blokade dan berharap agar pembukaan Jalur Gaza berlaku penuh dan permanen untuk meringankan krisis ekonomi di kawasan itu sebagaimana terjadi sebelum 2007.

Sedikitnya 30 ribu warga Jalur Gaza sudah mengajukan izin masuk ke Mesir dalam beberapa bulan terakhir.

Sekitar lima bus yang dipenuhi penumpang telah melewati perbatasan Rafah di Mesir, tak lama setelah blokade dibuka.

Meski demikian, satuan polisi Hamas terlihat masih memeriksa dokumen para pelintas dari Jalur Gaza di beberapa titik perbatasan.

Sementara itu, Mesir belum mengindikasikan perubahan kebijakan yang saat ini berlaku. Otoritas Mesir hanya akan membuka perbatasan di Jalur Gaza sebanyak tiga kali dalam sepekan.

Pemerintah Mesir akan menggelar perundingan antara Hamas, Fatah, dan faksi lainnya pada 21 November mendatang.

Beberapa isu yang hendak diangkat adalah rekonsiliasi penuh, termasuk pengaturan keamanan, serta kemungkinan penyelenggaraan pemilihan parlemen dan presiden di Palestina.

Mesir dan Israel menjalankan kebijakan ketat terkait perbatasan dengan Jalur Gaza. Hamas, yang dianggap sebagai kelompok teroris oleh negara-negara Barat, menguasai wilayah tersebut melalui konflik berdarah melawan tentara Partai Fatah yang memihak pada Presiden PLO Mahmoud Abbas.

--- Rikard Mosa Dhae