Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

INTERNASIONAL Setelah Foto Tatonya Jadi Viral, Bos Yakuza Ditangkap di Thailand 11 Jan 2018 22:29

Article image
Mantan bos penjahat Jepang ditangkap di Thailand. (Foto: The Guardian)
Shirai dituduh telah menembak mati bos pesaingnya, di mana tujuh anggota gengnya dipenjara antara 12 hingga 17 tahun.

BANGKOK, IndonesiaSatu.co -- Seorang mantan bos penjahat Jepang telah ditangkap di Thailand, yang mengakhiri pelariannya selama lebih dari 14 tahun. Pria dengan tato Yakuza yang telah kehilangan jari kelingking ini menjadi viral.

Shigeharu Shirai (72), demikian nama pria tersebut  ditangkap ketika sedang berbelanja pada hari Rabu di pusat belanja Lopburi.

Otoritas Jepang sudah mencarinya karena diduga terlibat dalam penembakan terhadap pesaingnya para 2003, setelah dia terbang ke Thailand, menikah dengan seorang wanita setempat dan menghabiskan masa pensiunnya dengan damai.

Media Inggris, The Guardian (11/1/2018) menulis, keberadaannya diketahui setelah seseorang memosting fotonya ketika sedang bermain halma dengan badan penuh tato dan kehilangan jari kelingking. Anggota Yakuza kerap memotong ujung jari sebagai tebusan atas pelanggaran yang dilakukan.

Foto tersebut kemudian dibagikan lebih dari 10.000 kali dan menarik perhatian polisi Jepang yang langsung melaporkan kepada pihak keamanan Thailand.

“Tesangka mengakui bahwa dia adalah pemimpin Yakuza sub-gang Kodokai,” kata juru bicara kepolisian Thai, Jenderal Wirachai Songmetta, merujuk kepada sebuah afiliasi gang Yakuza Jepang terbesar, Yamaguchi-gumi.

Yakuza muncul di tengah kekacauah pasca perang Jepang, menjelma ke dalam organisasi kejahatan bernilai miliaran dolar. Mereka terlibat dalam perjudian, narkotika, prostitusi, kejahatan kerah putih dan lain-lain.

Keberadaan mereka dimaklumi untuk menjaga ketertiban di jalan. Tidak seperti mafia Italia atau mafia China, Triad, Yakuza tidak ilegal dan setiap kelompok memiliki daerah kekuasaan, kadang-kadang sepenuhnya sepengetahuan polisi.

Shirai dituduh telah menembak mati bos pesaingnya, di mana tujuh anggota gengnya dipenjara antara 12 hingga 17 tahun.

“Tersangka tidak mengakui telah membunuh tapi mengakui bahwa korban biasa mengoloknya,” kata juru bicara kepolisian Thai.

Bos mafia ini tetap bersikap rendah hati selama tinggal di Thailand. Polisi menambahkan, dia menerima uang dua atau tiga kali setiap tahun dari seorang Jepang yang mengunjunginya.

Dia masuk Thai tanpa paspor atau visa. Dan karena masuk secara ilegal, dia akan diekstradisi untuk menghadapi tuntutan hukum di Jepang.

--- Simon Leya

Komentar