Breaking News

INTERNASIONAL Siapa itu Hamza bin Laden? 01 Aug 2019 12:35

Article image
Amerika Serikat menawarkan hadiah 1 juta dolar AS kepada yang bisa menunjukkan lokasi keberadaan Hamza bin Laden, yang diberitakan telah meninggal dunia. (Foto: The Guaradian/EPA)
Putera dari Osama bin Laden, Hamza dipandang sebagai seorang figure yang sedang “naik daun” di organisasi al-Qaida sebelum kabar kematiannya mencuat.

PUTERA Osama bin Laden, Hamza, diyakini telah tewas. Demikian dilaporkan otoritas Amerika Serikat (AS). Selama ini Hamzah berupaya mencari panggung dengan melakukan serangan ke target dunia barat dalam rangka untuk memulihkan status al-Qaida sebagai garda depan kelompok jihad ekstrim, setelah sekian tahun pamornya menurun dan memudar oleh dominasi  Islamic State of Iraq and Syria  (ISIS)

 

Siapa itu Hamza?

Hamza Bin Laden seperti dilansir Guardian (1/8/2019) adalah putra dari Osama Bin Laden, hasil perkawinan dengan Khairiah Sabar. Khairiah Sabar adalah istri ketiga Osama yang masih hidup. Khairiah Sabar tinggal bersama Osama pada saat pemimpin al-Qaida itu tewas disergap pasukan khusus AS pada 2011 lalu, di Abbottabad, Pakistan.

Hamza diperkirakan berusia 30 tahun. Menurut catatan Departemen Luar Negeri AS, Hamzah lahir pada 1989. Kemungkinan lain, dia lahir pada 1986.

Dia diyakini lahir di Jeddah, Arab Saudi, di mana keluarga Bin Laden tinggal selama beberapa generasi dan di mana nenek dan paman-paman Hamza atau ibu dan saudara-saudara Osama tinggal saat ini.

Bertahun-tahun pasca serangan 9/11 yang diotaki oleh sang ayah, Hamza tinggal di Iran, di mana dia dan puluhan orang anggota keluarga dilindungi oleh anggota militer dan intelijen senior Iran.

Hamza menikah dengan salah satu puteri pemimpin senior al-Qaida, Abdullah Ahmed Abdullah. Video pernikahan Hamza ditemukan di lokasi di mana Osama bin Laden tewas dibunuh. Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Guardian tahun 2018, keluarganya juga mengungkapkan bahwa Hamza sudah menikah dengan puteri Mohammed Atta, orang yang memimpin serangan 9/11.

 

Keterlibatan dengan al-Qaida?

Hamza sudah muncul dalam video-video al-Qaida semenjak masih remaja. Selama tinggal di Iran setelah serangan 9/11, Hamza menjadi murid dari al-Khayr al-Masri, orang yang menjadi wakil pemimpin al-Qaida saat ini, Ayman al-Zawahiri.

Pada Maret, Saudi Arabia mencabut kewarganegaraan Hamza setelah AS menawarkan hadiah sebesar 1 juta dolar AS kepada siapa saja yang bisa menemukan keberadaannya.

Dalam pengumuman pemberian hadiah yang dikeluarkan oleh Departemen Luar Negeri AS, tertulis bahwa Hamza adalah “emerging as a leader in the al-Qaida franchise”.

Hamza sudah tampil berbicara di hadapan publik untuk menyerukan para pengikutnya mengobarkan perang di Washington, London, Paris dan Tel Aviv dan mengancam melakukan serangan terhadap AS sebagai pembalasan atas terbunuhnya ayahnya oleh militer AS.

Akhir-akhir ini dia dipandang sebagai seorang wakil dari al-Zawahiri.

Menurut surat yang disita dari lokasi kematian Osama Bin Laden, Osama mengaderkan Hamza untuk menggantikan posisinya sebagai pemimpin al-Qaida.

Keluarga Osama Bin Laden mengatakan bahwa mereka berpikir Hamza sudah bebas dari ayahnya dan mereka kecewa setelah mengetahui bahwa Hamza meniru ayahnya.

“Kita berpikir seseorang telah  selesai,” kata saudara Osama, Hassan Bin Laden kepada Guardian tahun lalu.”

“Kemudian hal berikutnya yang saya tahu, Hamza mengatakan, ‘Saya akan membalas ayah saya. ’Saya tidak ingin mengikuti jalan itu lagi. Bila Hamza ada di depan saya, saya akan mengatakan kepadanya, ‘Tuhan menuntun Anda. Berpikirlah dua kali tentang apa yang sedang Anda lakukan. Jangan mengikuti langkah ayahmu. Anda sedang masuk ke hal yang mengerikan buat jiwamu.’”

 

Tentang Kematian Hamza

Berita tentang kematiannya sudah dilaporkan oleh banyak media, dari banyak sumber yang tidak resmi.

NBC News melaporkan AS sudah menerima  informasi intelijen, sebagaimana dikutip dari tiga pejabat berwenang AS. The New York Times, mengutip dua petugas tidak resmi, juga melaporkan Hamza bin Laden sudah tewas dua tahun lalu, dan butuh waktu untuk mengonfirmasi kematiannya.

Sebuah laporan menyebutkan AS punya andil dalam kematian pewaris al-Qaida itu.

Donald Trump yang ditanya wartawan hari Rabu, apakah AS punya informasi intelijen soal kematian Hamza, menjawab: “Saya tidak mau komentar soal itu.”

--- Simon Leya

Komentar