Breaking News

HUKUM Sidang ke-17, Kuasa Hukum Ahok: Tiba Saatnya Bantah Tuduhan 04 Apr 2017 10:50

Article image
Anggota tim kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) I Wayan Sudarta . (Foto: Ist)
Pidato Ahok pada 27 September 2016 di Kepulauan Seribu membahas program budi daya ikan kerapu dan bukan menodai agama.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Anggota tim kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) I Wayan Sudarta mengatakan sidang ke-17 kasus dugaan penodaan agama akan digunakan Ahok untuk membantah semua tuduhan bahwa dirinya melakukan penodaan agama dan menghina ulama karena mengutip surat Al Maidah ayat 51 di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

"Tiba saatnya Pak Basuki Tjahaja Purnama membantah tuduhan yang tidak mendasar, akan menarik kalau dia (Ahok) ceritakan apa yang dilakukan," ujar I Wayan di gedung Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (4/4/2017).

I Wayan lebih lanjut menjelaskan bahwa Pidato Ahok pada 27 September 2016 di Kepulauan Seribu membahas program budi daya ikan kerapu dan bukan menodai agama.

"Video itu jelas ‘dipelintir’ sedemikan rupa, maka berkembanglah opisi yang tak berdasarkan fakta,” lanjut I Wayan.

Wayan juga menilai  rekaman pidato Ahok yang dipotong oleh Buni Yani memiliki muatan politik, yakni menjegal langkah Ahok pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2017.

“Itu jelas ada rekayasa untuk pilkada," tegasnya.

--- Redem Kono

Komentar