Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

PERDAGANGAN Sidang Menteri Tiga Negara Produsen Karet Alam: Suplai Terkendali, Permintaan Meningkat 20 Sep 2017 00:56

Article image
Pertemuan Dewan Menteri International Tripartite Rubber Council (ITRC) di Bangkok (Foto: Biro Pers Kemendag)
Sebagai negara produsen, ketiga negara menyadari pentingnya menjaga stabilitas harga karet sebagai kebijakan jangka panjang. Suplai dan permintaan harus mendapat porsi penanganan yang sama agar seimbang.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Menteri Perdagangan Republik Indonesia Enggartiasto Lukita menegaskan Indonesia, Thailand, dan Malaysia sepakat memperjuangkan harga karet yang stabil dan kompetitif dengan mengelola suplai dan meningkatkan permintaan domestik.

Kesepakatan ini dicapai pada Pertemuan Dewan Menteri International Tripartite Rubber Council (ITRC), Jumat lalu (15/9/2017) di Bangkok, Thailand. Pertemuan dipimpin Menteri Pertanian dan Koperasi Thailand Jenderal Chatchai Sarikulya dan juga dihadiri Menteri Perusahaan Perladangan dan Komoditi Malaysia Datuk Seri Mah Siew Keong.

Sampai akhir tahun diperkirakan pasar akan seimbang karena adanya penurunan produksi dan meningkatnya permintaan. Dengan pengelolaan yang teratur, diyakini keseimbangan dapat tercapai dan membawa pengaruh baik terhadap harga karet.

"Sebagai negara produsen, ketiga negara menyadari pentingnya menjaga stabilitas harga karet sebagai kebijakan jangka panjang. Suplai dan permintaan harus mendapat porsi penanganan yang sama agar seimbang. Pengendalian luas area tetap dilanjutkan agar produksi terjaga dengan tetap memperhatikan kebutuhan negara konsumen maupun dalam negeri. Di lain pihak, kami gencarkan permintaan domestik agar tumbuh sampai 10% tiap tahun," jelas Mendag.

Ketiga Menteri mendukung peningkatan kolaborasi di bidang penelitian dan pengembangan teknologi untuk mendorong penggunaan karet alam sebagai bahan baku di sektor transportasi, infrastruktur, olahraga, alat pertahanan, kesehatan dan barang konsumsi.

"Pemerintah menaruh perhatian besar pada sektor infrastruktur yang memanfaatkan karet alam sebagai bahan baku, seperti campuran aspal jalan. Tidak hanya itu, penggunaan karet alam juga akan terus ditingkatkan di sektor lainnya," tegas Mendag.

Kerja sama ITRC juga semakin kuat dengan bergabungnya Vietnam menjadi mitra strategis. Dengan bergabungnya Vietnam, maka pangsa pasar produksi keempat negara menjadi 71% dan pangsa pasar ekspor 84%.

“Ke depannya, kami mengundang Vietnam untuk menjadi anggota penuh ITRC,” imbuh Mendag. SIARAN PERS Biro Hubungan Masyarakat Gd. I Lt. 2, Jl. M.I. Ridwan Rais No. 5, Jakarta 10110 Telp: 021-3860371/Fax: 021-3508711 www.kemendag.go.id Inisiasi Dialog dengan Kalangan Industri Ketiga negara juga menginisiasi dialog dengan kalangan industri. Mulai tahun depan, kami akan menyelenggarakan forum guna menggalang masukan dari sektor industri," kata Mendag.

Menurut Mendag, dukungan industri diperlukan agar tercipta inovasi-inovasi produk turunan karet alam. Enam sektor yaitu transportasi, infrastruktur, olahraga, alat pertahanan, kesehatan, dan barang konsumsi didorong untuk dieksplor oleh Pemerintah juga swasta. Sektor-sektor ini berpotensi digali melalui kerja sama dan kolaborasi antara tenaga ahli dan pertukaran teknologi.

Industri juga berperan dalam memberikan kesempatan bagi para petani agar menerima pendapatan yang layak. Berbagai upaya terus dilakukan ketiga negara untuk memperbaiki harga karet.

Bulan September tahun lalu, ITRC telah meluncurkan Pasar Karet Regional. Pasar Karet Regional akan memperdagangkan dan meluncurkan kontrak berjangka untuk komoditas karet kering dan lateks.

--- Ernie Elu Wea

Komentar