Breaking News

INDUSTRI SIG Siap Laksanakan Skenario “The New Normal” 21 May 2020 09:16

Article image
Semen Indinesia siap beroperasi di kondisi New Normal. (Foto: ist)
Di tengah Covid 19, sepanjang empat bulan pertama tahun 2020 (Januari-April) Perseroan masih bisa mencatatkan penjualan ekspor mencapai 1,46 juta ton.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) berkomitmen penuh mendukung segala upaya Pemerintah dalam menanggulangi dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Sebagai tindak lanjut Surat Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) No S-336/MBU/05/2020 pada tanggal 15 Mei 2020 tentang "Antisipasi Skenario The New Normal BUMN", SIG telah menyusun skenario The New Normal di lingkungan SIG dan anak perusahaan.

Direktur Human Capital & Legal SIG, Tina T Kemala Intan mengungkapkan bahwa SIG akan menjalankan operasional bisnisnya di tengah New Normal dengan dilengkapi protokol perlindungan dan kesehatan memadai yang mengutamakan keselamatan karyawan dan masyarakat.

“SIG secara proaktif telah mengikuti himbauan dan kebijakan pemerintah dalam melindungi pekerja dan masyarakat dari ancaman pandemi sesuai dengan protokol pencegahan COVID-19 di seluruh area operasional perusahaan. Setelah dua bulan menerapkan physical distancing dan work form home (WFH), karyawan dan masyarakat semakin terbiasa dengan adanya kondisi The New Normal," ungkap Tina d Jakarta, Rabu (20/5).

GM of Corporate Communication SIG, Sigit Wahono menambahkan bahwa Skenario The New Normal SIG berpedoman pada kebijakan Kementerian BUMN dan panduan pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dan Kementerian Kesehatan.

“Kami telah membentuk Task Force Penanganan COVID-19 secara terpusat yang melibatkan seluruh unit fungsional serta seluruh anak perusahaan di bawah komando Direktur Human Capital & Legal SIG. Skenario The New Normal disesuaikan dengan memperhatikan keunikan dan kebijakan terkait di masing-masing area operasional perusahaan. Skenario ini akan dijalankan setelah Hari Raya dengan diikuti protokol penanganan COVID-19 yang ketat,’’ ungkap Sigit Wahono

Selaras dengan kondisi The New Normal, SIG terus mengenalkan platform digital “Sobat Bangun” yang memberikan kemudahan dalam pembangunan rumah ramah lingkungan. Sobat Bangun merupakan platform online yang mengintegrasikan berbagai layanan terkait dengan kebutuhan pembangunan, seperti kebutuhan design (arsitek), builder (kontraktor), konstruksi dan pengisian perabotan rumah, hingga dukungan finansial. Sobat Bangun membantu calon pemilik rumah untuk membangun rumah lebih baik, lebih mudah, dan efisien.

Ekspor Meningkat

Sementara itu, Sigit mengungkapkan, sepanjang empat bulan pertama tahun 2020 (Januari-April) Perseroan mencatatkan penjualan ekspor mencapai 1,46 juta ton, capaian ini terbilang mengejutkan karena terjadi pada periode pandemi Virus Corona atau Covid-19 yang melanda dunia.

Sigit mengemukakan, angka ekspor sebesar 1,46 juta ton ini jauh lebih baik dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, saat itu SMGR hanya mampu mengekspor semen sebanyak 1,15 juta ton saja.

Padahal, kata Sigit, pasar ekspor utama SMGR adalah negara Tiongkok, tetapi karena di Negeri Tirai Bambu terjadi pandemi, perseroan mengalihkan tujuan ekspornya ke negara lain, yang tidak terlalu berdampak akan pandemi Virus Corona. "Kita ekspor ke Filipina, Malaysia dan Taiwan. Biasanya ke Tiongkok, kita alihkan ke Asia Selatan dan wilayah lain," katanya.

Sementara dari penjualan dalam negeri, kata Sigit perseroan juga mengalami pertumbuhan yang positif, namun tumbuhnya tipis sekali, hanya sekitar 2,5 persen saja. Dengan demikian total penjualan Januari-April Semen Indonesia Group mencapai 11,75 juta ton atau naik 5,02 persen dari periode yang sama 2019.

--- Sandy Romualdus

Komentar