Breaking News

REFLEKSI Sikap Bersyukur Mendatangkan Berkat 24 Nov 2020 10:35

Article image
Ilustrasi bersyukur. (Foto: LPM Dinamika)
Karakter yang baik, jujur, dapat dipercaya, bisa diandalkan, adalah modal yang sering lebih penting daripada uang.

Oleh Valens Daki-Soo

 

Setelah beberapa hari menulis status FB tentang Rizieq Shihab, baiklah saya kembali berbagi spirit dan motivasi, khususnya untuk adik-adik muda. Mengapa saya gemar berbagi begini? Karena saya pernah mengalami situasi sulit bahkan sungguh sulit di masa lalu, dan kalau saya bisa bertahan dan melangkah maju, itu terutama karena berkat Tuhan dan sikap pantang menyerah.

Dengan berbagi motivasi hidup, saya ingin para kader muda belajar, termasuk dari kegagalan saya. Gagal dan sukses itu dua sisi mata uang yang sama. Gagal adalah bagian dari proses menjadi sukses. Gagal itu bagian dari perjalanan untuk menemukan "diri yang sejati".

Puji Tuhan, diam-diam di Flores (sebetulnya tidak diam-diam juga, tepatnya: bekerja dalam diam), datang sebuah kabar baik dari Jakarta: saya ditunjuk jadi komisaris dan pemegang saham sebuah PT, bagian dari sebuah grup usaha besar di Jakarta yang antara lain punya kawasan bisnis terpadu di Karawang dan Tangerang. Ini kepercayaan dan peluang yang tidak saya minta tetapi "diberi".
Tentu saja saya tetap merawat pertumbuhan grup usaha pribadi yang masih kecil, PT Veritas Dharma Satya, dua PT lainnya dan sebuah kantor hukum (VDS Group).

Itu semua karena berkat Tuhan dan doa orang-orang baik yang mengasihi saya. Mendapat ruang dan posisi untuk bisnis di tengah pandemi yang menyebabkan ekonomi nasional bahkan global jadi limbung ini tentu anugerah yang perlu disyukuri.

Soal bersyukur, itu kebiasaan yang saya selalu lakukan: bangun pagi kata pertama adalah SYUKUR. Sepanjang hari saya bersyukur untuk setiap hal. Jelang tidur malam saya bersyukur dalam doa dan meditasi.

Adik-adik muda, sejak awal binalah relasi yang baik dengan siapapun, termasuk dengan mereka yang bergerak di dunia usaha. Tidak ada sukses yang instan. Segalanya butuh proses. Sering setelah bertahun-tahun membina jaringan, baru terbuka pintu kemajuan.

Kejujuran, integritas, keuletan dan loyalitas adalah modal untuk dipercaya rekan bisnis. Jadi modal tidak hanya uang. Banyak orang sukses meraih impian mereka bukan karena uang sebagai modal utama. Kalau begitu, apa? Karakter. Ya, karakter yang baik, jujur, dapat dipercaya, bisa diandalkan, adalah modal yang sering lebih penting daripada uang.

Semoga Anda tetap sehat dan terus berada di jalur sukses. Jadikan kebiasaan bersyukur sebagai bagian dari hidup, maka Anda niscaya membuka pintu untuk kebaikan, kemajuan, kesejahteraan dan kelimpahan berkat.

Salam sukses.

 

Penulis adalah peminat filsafat-teologi, CEO VDS Group, Pendiri/Pemimpin Umum IndonesiaSatu.co

 

Komentar