Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

REGIONAL Sikapi Persoalan NTT, Golkar Kembali Ciptakan Gebrakan 14 Jun 2018 11:29

Article image
DPD I Golkar NTT saat menggelar acara Dialog Pancasila di Kupang (Foto: Dok. Tim)
“Golkar harus mencerminkan banyak warna yakni ekspresi dunia usaha dan ekspresi kemanusiaan harus tumbuh di tubuh Golkar," ungkap Melki.

KUPANG, IndonesiaSatu.co-- Dewan Perwakilan Daerah (DPD) I  Partai Golkar Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menciptakan sejumlah terobosan dan gebrakan dalam menyikapi berbagai persoalan yang ada di NTT.

Menjabat Ketua DPD I Golkar NTT, Melki Lana Lena terus membuat gebrakan baru di tubuh Partai Golkar NTT. Setelah  membentuk satuan tugas (satgas) Anti Human Trafficking, kini Partai Golkar NTT membentuk satgas Anti Narkorba, Satgas Pembela Pancasila dan Satgas Anti Korupsi. Menurutnya, selain ditempa berbagai persoalan, NTT juga mengalami degradasi nilai, terutama di kalangan kaum muda.

“Partai Golkar membentuk Satgas tersebut karena anak muda masa kini sudah mengalami degradasi kepribadian. Golkar sangat prihatin melihat anak-anak sekolah, mahasiswa dan orang muda menjadi konsumen narkorba di tengah modernisasi zaman. Maka Golkar merasa penting untuk mencegah, menjaga dan mengawasi agar mereka tidak terjerumus dalam bahaya narkotika,” kata Melki dalam sesi jumpa pers pada acara "Dialog Pancasila" di kantor DPD I Golkar NTT, Kupang, Selasa (12/6/18).

Penggagas Sayembara “Ayo Bangun NTT” ini menerangkan bahwa pandangan kaum muda tentang Pancasila sudah merosot jauh dan kebanyakan kaum muda telah salah menafsirkan nilai-nilai Pancasila sehingga berpotensi melahirkan tindakan destruktif yang menghambat masa depan mereka. Juga persoalan korupsi yang masih marak.

“Partai Golkar sangat mendukung pemerintah dan penegak hukum untuk memberantas korupsi. Apabila seorang kader Partai Golkar tertangkap atau terjerat kasus korupsi, maka saya menyatakan Partai Golkar tidak akan memberikan bantuan apa pun dan partai dengan tegas melakukan pemecatan,” tegas pendiri Yayasan Tunas Muda Indonesia ini.

Ia menegaskan bahwa Partai Golkar selalu membuka ruang bagi kaum muda dan perempuan untuk terlibat dalam berbagai gerakan termasuk berpartisipasi dalam partai politik guna membentuk karakter, militansi, integritas, dan kepekaan terhadap persoalan kekinian baik melalui gagasan maupun kontribusi riil dalam tindakan.

“Saat ini, Partai Golkar membuka ruang kepada kaum muda dan perempuan, namun tidak melupakan senior dan penjasa Partai Golkar. Kaum muda sesungguhnya fondasi masa depan yang membutuhkan konsep dan pola pikir alternatif, ruang kreativitas, inovasi, fasilitas dan kewirausahaan guna mengimplementasi karya dan bakat serta menjawabi persoalan kekinian.

Partisipatif dan Gotong Royong

Selain menciptakan gebrakan dan terobosan, Melki menuturkan bahwa wajah Partai Golkar saat ini mengedepankan pendekatan pertisipatif, konsolidatif dan gotong-royong.

“Golkar Saat ini berpartai dengan pola partisipatif dan gotong royong. Sebagaian wajah golkar terlihat berubah karena menggunakan pola seperti ini selain konsolidasi yang intens dilakukan untuk kemajuan Partai Golkar dan juga menyikapi realitas di NTT dalam beberapa sektor,” ujarnya.

Ia menerangkan bahwa Partai Golkar saat ini akan menjadi wadah ekspresi bagi seluruh masyarakat NTT.

“Golkar harus mencerminkan banyak warna yakni ekspresi dunia usaha dan ekspresi kemanusiaan harus tumbuh di tubuh Golkar. Melalui dunia usaha dapat menciptakan kemandirian ekonomi melalui kegiatan kewirausahaan. Artinya, pendapatan Golkar tidak hanya bersumber dari pendapatan politik melainkan juga dari usaha-usaha kreatif. Kita konsen dengan hal ini. Saat ini, Golkar NTT sedang mencari 50 anak muda untuk mendorong kewirausahaan di seluruh DPD Partai Golkar se-NTT. Sisi kemanusiaan juga menjadi ekspresi gerakan Golkar terutama persoalan human trafficking,” tandas calon anggota DPR RI Dapil II NTT ini.

--- Guche Montero

Komentar