Breaking News

INTERNASIONAL Sindir Trump, Obama: Tolak Bahasa Pemimpin yang Timbulkan Kebencian 06 Aug 2019 09:36

Article image
Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama. (Foto: DPA/spiegel.de)
Obama juga mendesak adanya peraturan lebih ketat dan terbatas dalam hubungan dengan perdagangan dan kepemilikan senjata untuk menghindari insiden penembakan massal.

WASHINGTON, IndonesiaSatu.co -- Mantan presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengecam politisi AS yang kerap menggunakan bahasa dan ujaran yang menimbulkan ketakutan dan kebencian.

Disitir dari Spiegel Online, Selasa (6/8/2019), hal itu diungkapkan Obama dalam kaitan dengan dua insiden penembakan massal mengerikan yang terjadi di AS, Sabtu (3/8/2019) lalu.

“Kita harus tegas menolak setiap bahasa pemimpin kita yang mengarah pada ketakutan dan kebencian atau menganggap ujaran rasis sebagai sesuatu yang normal,” ungkap Obama melalui akun Twitternya seperti dikutip dari Spiegel.de.

Meski tidak menyebut nama politisi tertentu, sejumlah kalangan menilai, cuitan Obama diperkirakan ditujukan pada penggantinya, Donald Trump.

Dalam beberapa pekan terakhir pernyataan-pernyataan Trump kerap bernada rasis, di antaranya diarahkan kepada empat anggota Kongres AS kulit hitam dan keturunan imigran.

Obama juga mendesak adanya peraturan lebih ketat dan terbatas dalam hubungan dengan perdagangan dan kepemilikan senjata untuk menghindari insiden penembakan massal yang berulang kali terjadi di AS.

Ia menghimbau semua warga AS menuntut para politisi pilihannya untuk turut dalam perubahan undang-undang kepemilikan dan penggunaan senjata.

Seperti diberitakan, pada Sabtu lalu seorang pemuda berusia 21 tahun menembak secara sporadis di sebuah pusat perbelanjaan di kota El Paso, Texas, dan menewaskan 22 orang serta melukai puluhan orang lainnya.

Hanya beberapa jam setelahnya, penembakaan massal kembali terjadi di wilayah Ohio, AS, dan memakan korban jiwa sebanyak 9 orang.

Aparat berwenang menduga, dua aksi penembakan brutal dan mengerikan itu dipengaruhi oleh kebencian rasial.

--- Rikard Mosa Dhae