Breaking News
  • Ada 70.000 ibu hamil dan menyusui di antara pengungsi Rohingya
  • ASEAN Para Games - Doni Yulianto sumbang emas nomor kursi roda 1.500m
  • Kemenperin buka rekrutmen PNS untuk 380 formasi
  • Malaka, NTT diguncang gempa
  • Menhub: uji coba Transjabodetabek hasilnya kurang maksimal

KUR Sinergi Bank BUMN Percepat Penyaluran KUR di Yogjakarta 18 Mar 2016 19:13

Article image
Menteri BUMN, Rini Soemarno usai penyerahan KUR dalam rangka Grebek Pasar BRI di Pasar Karangayu Kota Semarang. (Foto: Ist)
BNI dan BRI masing-masing menyalurkan CSR senilai Rp 500 juta untuk Bina Usaha Ekonomi Keluarga PP Aisyiah.

YOGJAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia Rini Soemarno memanfaatkan setiap momentum kunjungan ke daerah untuk mendorong percepatan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kali ini, Rini menyaksikan penyaluran KUR secara simbolis dari tiga bank milik negara kepada debitur-debitur yang memiliki lokasi usaha di Yogjakarta dan Jawa Tengah.

KUR dan Bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) disalurkan secara simbolis di Kampus Terpadu Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogjakarta, Jumat (18 Maret 2016) di sela-sela Dialog Bersama Menteri BUMN RI dengan Tema: Peran BUMN dalam Mendorong Pencapaian Target Sustainability Development Goals (SDGs) 2016 - 2030. Hadir pada kesempatan tersebut Direktur Utama BNI Achmad Baiquni.

Pada kesempatan ini, semangat yang diusung Bank-bank BUMN dalam penyaluran KUR adalah pemberdayaan ekonomi perempuan. Oleh karena itu, debitur KUR yang secara simbolis mendapatkan fasilitas KUR masing-masing bank adalah perempuan pemilik usaha berskala kecil, yaitu Sumiyati, Setia Rini, Rusni Wakhidah, Lilis Sumartini, Retno Dyah, dan Warnati dengan total fasilitas KUR senilai senilai Rp 235 juta.

Direktur Utama BNI, Achmad Baiquni mengungkapkan, pemberdayaan perempuan melalui penyaluran KUR tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam memenuhi agenda pembangunan yang digariskan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) melalui SDGs, yaitu penghapusan kemiskinan, memajukan kesehatan, dan pendidikan. Indonesia memiliki pekerjaan rumah yang harus dituntaskan, antara lain kemiskinan dan diskriminasi perempuan.

Bank BUMN terus memberikan kontribusi pada setiap program pengucuran KUR secara bersama-sama sebagai bentuk sinergi yang solid dalam menyukseskan program KUR pemerintah. Pola-pola sinergi ini akan mempercepat proses penyaluran KUR ke masyarakat yang membutuhkan.

Hingga 16 Maret 2016, KUR yang berhasil dikucurkan BNI di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogjakarta (DIY) telah menyentuh 1.602 debitur dengan nilai maksimal kredit sebesar Rp 355,6 miliar. Kucuran KUR di kawasan tersebut tergolong yang paling cepat dibandingkan wilayah-wilayah kerja BNI lainnya di Indonesia.

Penyaluran KUR BRI Kantor Wilayah Yogyakarta Rp 2,53 triliun dengan total debitur 117.491 hingga 15 Maret 2016. Penyaluran KUR Bank Mandiri khusus untuk Daerah Istimewa Yogyakarta hingga saat ini mencapai Rp 141,4 M dengan total debitur 3.450 debitur selama periode 2015-2016.

Sarana Kesehatan

Pada kesempatan yang sama, BNI menyalurkan bantuan CSR berbentuk sarana dan prasarana Balai Pengobatan dan Rumah Bersalin (BPRB) yang dikelola oleh Pemimpin Pusat Aisyiyah. Sarana dan prasarana tersebut akan didistribusikan ke BPRB Aisyiah di berbagai daerah tertinggal di Indonesia senilai Rp 500 juta.

BRI juga menyalurkan CSR senilai Rp 500 juta untuk Bina Usaha Ekonomi Keluarga PP Aisyiah senilai Rp 500 juta.

Selain itu, Mandiri ikut serta menyalurkan CSR senilai  Rp 500 juta untuk bantuan Sarana dan Prasarana Pendidikan Universitas Aisyiah Yogyakarta.

--- Sandy Romualdus

Tags:
KUR BNI BRI

Komentar