Breaking News

REGIONAL Sirkuit Berstandar Formula One Akan Hadir di Surabaya 14 Nov 2016 08:51

Article image
Desain sirkuit balap internasional yang dibangun di Surabaya. (Foto: Ist)
Arena balap sirkuit di Benowo ini juga diharapkan bisa meningkatkan prestasi dan perekonomian masyarakat yang kelak berimplikasi pada penambahan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Surabaya.

SURABAYA, IndonesiaSatu.co -- Sebuah sirkuit dengan standar balapan mobil Formula One (F1) bakal hadir di Surabaya. Arena balap bertaraf internasional tersebut dibangun di komplek Gelora Bung Tomo (GBT), di kawasan Benowo, Kecamatan Pakal, Surabaya. Walikota Surabaya, Tri Rismaharini menargetkan bahwa tahun 2017 nanti akan rampung dan bisa segera digunakan.

"Saat ini proses persiapan pembangunan sudah mencapai 70 persen. Kami harap 2017 bisa digunakan," kata Risma, di Surabaya, pekan lalu.

Menurut Risma, arena sirkuit itu dibangun untuk menunjang minat anak-anak muda di bidang otomotif, sekaligus sebagai salah satu solusi mengurangi berbagai balapan liar yang meresahkan masyarakat. Sirkuit itu sendiri akan memiliki jalur lurus sepanjang sekitar 450 meter dan lebar 30 meter, dengan rincian 20 meter untuk lintasan balap  dan 5 meter di sisi kanan dan kiri lintasan sebagai zona run-off.

Selain itu, arena balap sirkuit di Benowo ini juga diharapkan bisa meningkatkan prestasi dan perekonomian masyarakat yang kelak berimplikasi pada penambahan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Surabaya.

"Nanti juga sudah tidak ada lagi daerah pinggiran, dengan adanya pemerataan pembangunan. Kalau sirkuit nanti sudah jadi, semua daerah-daerah pinggiran masuk pusat kota. Perputaran ekonominya juga diharapkan bisa jalan dengan adanya sarana dan prasarana lengkap di GOR Bung Tomo nanti," urainya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Afghani Wardhana mengatakan pembangunan tersebut memang hampir rampung. Saat ini sedang dalam proses pengerjaan jalur lintasan, sebagai tahap awal menuntaskan jalur sirkuit. Di tahap awal, kata Afghani, Pemkot menggunakan anggaran sebesar Rp13,4 miliar yang berasal dari alokasi dana APBD Surabaya tahun 2015 dan 2016.

"Proses penerjaan akan dilakukan secara bertahap dan tergantung dananya. Saat ini hanya kurang lampu penerangan," kata Afghani.

Pihak Dispora Kota Surabaya juga bekerjasama dengan Ikatan Motor Indonesia (IMI) untuk saling sharing dalam hal teknis pembangunan lintasan sirkuit serta operasional secara teknis di lapangan. Dengan demikian, diharapakan keselamatan penggunanya dapat dipastikan terjamin.

"Kami menginginkan, setidaknya sirkuit ini bisa menjadi sirkuit berstandar nasional. Kalau ternyata nantinya bisa memenuhi standar internasional, ya Alhamdullilah. Yang jelas, saat ini kami sedang mengupayakan," jelasnya.

Namun yang jadi pertanyaan besar oleh khalayak adalah komitmen untuk membangun sirkuit berstandar F1, biasanya didahului dengan kesepakatan awal bersama Formula One Management (FOM) dan The Fédération Internationale de l'Automobile (FIA). Terutama untuk hal-hal yang berkaitan dengan safety, sarana dan pra sarana.

Ketua IMI Jatim, Bambang Haribowo mengapresiasi upaya Pemkot Surabayadalam mewujudkan lintasan sirkuit. Menurutnya, lintasan di GBT telah diukur, baik di tikungan mati hingga struktur lintasan telah dipertimbangkan keselamatannya. Sebaga pihak yang dilibatkan dalam proses pengerjaan, kata Bambang, IMI Jatim juga telah menerapkan standar internasional untuk sirkuit GBT yang digagas oleh Wali Kota Surabaya itu.

"Kalau pengerjaannya sudah selesai, nanti tinggal minta predikat sirkuit internasional ke pusat," pungkasnya.

---Hancel Goru Dolu

Komentar