Breaking News

OPINI SMPSK Kotagoa Boawae Dalam Masa Pandemi Covid-19 08 May 2020 17:56

Article image
SMPSK Kotagoa Boawae dengan latar belakang gunung Ebulobo. (Foto: vymaps.com)
Sebagai sekolah swasta Katolik, SMPSK Kotagoa tentu juga menjadi tempat melahirkan kader-kader Katolik yang kokoh dan tangguh, tak mudah rapuh dan goyah diterpa badai kehidupan.

Oleh Mateus Tule, S.Pd

 

AKTIVITAS atau kegiatan pembelajaran di sekolah pada umumnya menjadi sangat terganggu bahkan lumpuh total akibat pandemi Covid-19 yang sudah mendunia. Manusia sejagat berpotensi diserang oleh virus ganas ini bila lalai dan tidak peduli dengan berbagai upaya pencegahan yang dikeluarkan oleh pemerintah dan lembaga-lembaga resmi lainnya. Tak terkecuali masyarakat sekolah. Hal ini dialami oleh semua sekolah tanpa kecuali.  Semua harus kembali ke rumah. Berdiam, bekerja dan belajar dari rumah. Himbauan dan edaran pemerintah mulai dari pusat hingga daerah untuk seluruh warga masyarakat disampaikan secara resmi lewat berbagai media baik medsos maupun media mainstream.

Kendati akhirnya berhamburan berita hoaks di berbagai halaman medsos yang menimbulkan ketakutan dan kepanikan publik yang luar biasa, namun banyak pula berita yang akurasinya layak dipercaya dan dipatuhi karena bersumber dari akun-akun resmi lembaga publik baik pemerintah, pihak medis, para ahli, swasta dan tokoh agama.

Seluruh lapisan masyarakat dihimbau oleh Bapak Presiden Jokowi agar tetap tenang, tidak panik, harus patuh dan taat pada protokol kesehatan berupa jaga jarak (social distancing dan physical distancing), selalu cuci tangan dengan sabun di air kran. Menggunakan hand sanitizer, pakai masker, dan tinggal di rumah saja serta berbagai bentuk instruksi lainnya yang dikeluarkan pemerintah termasuk isolasi/karantina dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan angka korban yang terpapar covid-19  serta korban yang meninggal dunia.

Mengapa himbauan seperti ini harus disampaikan pemerintah dan ditaati oleh seluruh warga masyarakat di Republik ini bahkan masyarakat dunia? Karena korban dari penularan Covid-19 adalah nyawa warga itu sendiri. Bila tidak dipatuhi maka korban akan berjatuhan setiap saat. Sejak corona virus disease atau Covid -19 mulai mewabah dan menyerang manusia sejagat yang berawal dari Wuhan China pada akhir tahun 2019 sudah ratusan ribuan nyawa manusia yang jadi korban dan meninggal sia-sia. Kondisi ini dialami hampir semua negara di dunia termasuk Indonesia. Isak tangis dan linangan air mata kesedihan tak terbendung. Berbagai bentuk doa dan refleksi secara individu maupun bersama-sama dihidupkan. Warga atau umat merayakan secara khusus di setiap rumah hingga secara livestreaming. Berbagai gerakan solidaritas kemanusiaan dinyatakan. Dunia sungguh sangat berduka. Menghadapi kenyataan ini, semua manusia sejagat hanya diminta untuk taat dan patuh pada protokol kesehatan yang benar agar penularan Covid-9 tidak berkelanjutan dan segera diakhiri.

Memang ini adalah satu situasi yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya atau situasi yang terjadi diluar dugaan manusia. Semuanya menjadi kelang kabut dan simpang siur. Hal ini juga berdampak pada dunia pendidikan di sekolah. Kalender akademik atau kalender kerja tahunan sekolah yang sudah dirumuskan dan tersusun secara baik untuk satu siklus tahun pelajaran tidak bisa dijalankan secara ideal dan normal. Oleh karena itu langkah-langkah penyesuaian kalender kerja tahunan sekolah dengan situasi Covid-19 ini perlu digagas ulang, didiskusikan dan dirumuskan bersama di tingkat satuan pendidikan sebagai program darurat Covid-19 dengan tetap mempedomani protokol kesehatan dan arahan pemerintah.

Demikian halnya dengan situasi dan kondisi di SMPSK Kotagoa Boawae. Selain civitas akademika SMPSK Kotagoa Boawae harus tunduk dan patuh pada tata aturan protokol Covid -19 dari pemerintah yakni belajar dan bekerja dari rumah bagi semua siswa dan para guru pegawainya per 20 Maret – 30 Mei 2020, lembaga merasa perlu menurunkan sebuah panduan atau pedoman kerja alternatif berupa tugas-tugas yang harus dikerjakan dan diselesaikan oleh kepala sekolah, guru-pegawai dan para siswa selama masa di rumahkan sebagai pengganti aktivitas normal yang biasa dialami di sekolah sehari-hari . Dengan demikian bagi guru-pegawai dan siswa tidak salah memanfaatkan masa dirumahkan ini sebagai masa liburan dan boleh bersantai-santai saja, apalagi bingung mau kerja apa? Maka langkah-langkah penyesuaian perlu dilakukan oleh lembaga.

Kaur kurikulum mengambil langkah konkret menyusunnya dalam bentuk tabel jurnal tugas yang kemudian didistribusikan kepada semua warga sekolah sebagai panduan kerja selama masa dirumahkan. Dengan persetujuan forum rapat dewan guru pegawai yang disyahkan oleh Kepala Sekolah maka berbagai program dan tugas-tugas diluncurkan. Semua guru pegawai dan para siswa meresponnya dengan antusias untuk dilaksanakan. Ada dua sistim yang dikembangkan untuk mengerjakan dan menyelesaikan semua program kerja yang ada. Menggunakan sistim daring dan manual. Adapun program yang diluncurkan dirangkum sebagai berikut :

  1. Semua siswa kelas 7, 8 dan 9 mendapat tugas dari setiap guru mata pelajaran dalam bentuk lembaran kerja siswa dan soal-soal, mendalami soal-soal PTS, serta tugas proyek u mata pelajaran Prakarya. Khusus untuk kelas 9 mengerjakan soal ujian sekolah secara daring bagi yang memiliki HP Android di mana prosesnya diawasi langsung oleh tim IT sekolah melalui rumah belajar dengan perangkat digital yang tersedia. Hasil dan nilainya langsung masuk di pusat data sekolah dan langsung diolah oleh masing-masing guru mata pelajaran dan dimasukkan dalam daftar nilai kelas 9.
  2. Semua siswa dikirimi soal-soal dari Dinas PK Kab. Nagekeo untuk diselesaikan di rumah.
  3. Semua guru mapel K 13 mendistribusikan tugas-tugas untuk kelas 7, 8 dan 9 di periode pertama tanggal 20 Maret 2020 yang langsung diterima oleh setiap siswa sebelum kembali ke rumah. Tugas-tugas ini diselesaikan dalam kurun waktu satu bulan.
  4. Pada tanggal 25 dan 26 April 2020 semua guru turun ke 12 titik zona yaitu Kecamatan Bajawa, Golewa, Golewa selatan, Soa, Riung barat, Wolowae, Aesesa, Aesesa selatan, Nangaroro, Keo Tengah, Mauponggo dan Kecamatan Boawae serta 78 titik sub zona antara lain : Wolorowa, Mataloko, Bajawa, Ngorabolo, Olabolo, Boba, Beiposo, Lo’a, Tarawaja, Masu, Waepana, Kisaraghe, Wolomeli, Kurubhoko, Maronggela, Aeramo, Danga, Penginanga, Wolowae, Rendu, Jawakisa, Ndora, Nangaroro, Kotakeo, Mundemi, Witu, Dombe, Wajo, Lewa, Ngera, Boamau, Maunori, Mauara, Maukeli, Uluwagha, Wolokoli, Ngedu, Wolosambi, Mauponggo, Balewolo, Pusu, Lendo, Mabhambawa, Hobo A Tolopa, Hobo B, Kotagoa, Wolohawa, Bidiwawo, Bidiau, Rabu, Boawae, Lego, Nagepada, Olanage, Nagenai, Pedha, Toeteda, Olaewa, Boagu, Bokodhi, Nagesapadhi, Wolomako, Natawaru, Tiwugu, Olakile, Wolowawo, Nageoga, Aemali, Kelewae, Leguderu, Solo, Rowa, Wudu, Rega, Raja, Wolowea, Dorameli, Dhereisa, Alorawe untuk mengumpulkan hasil pekerjaan siswa dari soal-soal yang diberikan oleh sekolah dan tugas dari Dinas PK Kabupaten Nagekeo sambil menghimpun semua informasi tentang keadaan siswa di tempat mereka masing-masing langsung dari siswa sendiri dan juga orangtua/wali yang sempat bertemu. Dari sini diketahui respon siswa terhadap pesan-pesan dari guru dan tugas-tugas yang diberikan selama masa dirumahkan.
  5. Semua guru mengerjakan tugas pokok terkait perangkat pembelajaran seperti RPP, ringkasan materi pelajaran sesuai KD yang harus diajarkan dan LKS serta soal-soal termasuk soal Penilaian Akhir semester genap kelas 7 dan 8 untuk dibagikan lagi kepada siswa pada periode ketiga akhir minggu pertama bulan Mei 2020. Memeriksa pekerjaan siswa setelah tugas-tugas dikumpulkan, menghimpun nilai-nilai siswa, hingga penentuan kelulusan kelas 9 dan kenaikan kelas 7 dan 8 serta menyiapkan perangkat pembelajaran menyongsong tahun ajaran baru 2020/2021.
  6. Pegawai menyelesaikan tugas-tugas administrasi kantor dari rumah seperti membenahi Buku Induk siswa dan guru.
  7. Guru-pegawai selalu mengadakan evaluasi dan rencana tindak lanjut kegiatan selama masa Covid-19 ini secara berkala yakni, 23 Maret, 31 Maret, 2 April, 15 April dan terakhir sebelum tulisan ini diturunkan yakni tanggal 24 April bersama pengawas binaan dari Dinas PK Kab. Nagekeo dengan tetap berpegang teguh pada protokol kesehatan Covid -19 yang resmi dari pemerintah. Dengan demikian selama masa dirumahkan waktu sungguh terisi dan dimanfaatkan oleh semua civitas akademika SMPSK Kotagoa untuk bekerja. Ini semua dapat dibuktikan dengan dokumen pengarsipan semua hasil kerja baik siswa maupun guru-pegawai.

Selanjutnya selaku pimpinan lembaga SMPSK Kotagoa Boawae, saya mengajak semua guru-pegawai dan siswa untuk tetap fokus dan bertanggung jawab dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing agar kualitas individu dan lembaga tetap terjaga dan bahkan semakin ditingkatkan walaupun dalam situasi pandemi covid-19 saat ini.

Sebagai guru-pegawai yang saat ini bekerja di lembaga ini, saya terus mengajak untuk bekerja dengan semangat dan penuh dedikasi sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada orangtua, masyarakat, bangsa/negara dan gereja atas misi pengabdian yang diemban. Dari kitalah akan lahir generasi baru yang berakhlak, cerdas dan bermartabat. Generasi yang berkualitas. Generasi yang berguna bagi masyarakat dan bangsa.

Sebagai sekolah swasta Katolik, SMPSK Kotagoa tentu juga menjadi tempat melahirkan kader-kader Katolik yang kokoh dan tangguh, tak mudah rapuh dan goyah diterpa badai kehidupan. Ini semua dilakukan sebagai satu bentuk manifestasi pembelajaran di masa Covid-19 oleh SMPSK Kotagoa Boawae baik daring maupun manual dengan tetap patuh pada protokol kesehatan Covid-19 yang benar.

 Akhirnya kepada seluruh masyarakat umum, para guru-pegawai dan  siswa-siswi, SMPSK Kotagoa, orangtua/wali siswa, Komite Sekolah, alumni, dan semua masyarakat peduli pendidikan untuk bahu membahu mendukung proses pendidikan di SMPSK Kotagoa Boawae ke depan dan dalam proses penerimaan peserta didik baru menyongsong Tahun Pelajaran 2020/2021 yang sudah mulai dibuka untuk khalayak umum khususnya bagi siswa kelas 6 SD yang telah tamat untuk mendaftarkan diri secara online melalui website sekolah serta formulir pendaftaran manual melalui para siswa di setiap wilayah domisili mereka dan bapak-ibu guru yang akan turun lagi ke setiap zona wilayah pada periode berikutnya dalam bulan Mei 2020.

 

Penulis adalah Kepala Sekolah SMPSK Kotagoa Boawae

Komentar