Breaking News

HUKUM Soal Mutasi Kejati NTT, Abdul Hakim: Tidak Terkait Pengungkapan Kasus Korupsi di NTT 25 Jun 2019 22:50

Article image
Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, Febrie Adriansyah. (Foto: Tommy)
Hakim menegaskan, mutasi yang dilakukan ini semata mata merupakan bentuk promosi dan penyegaran.

KUPANG, IndonesiaSatu.co-- Kebijakan mutasi jabatan kembali terjadi di lingkup kejaksaan tinggi. 

Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT), Febrie Adriansyah dimutasi menjadi Direktur penuntutan jaksa agung muda pidsus (jampidsus) Kejaksaan Agung RI.

Kasie Penkum dan Humas Kejati NTT, Abdul Hakim menyatakan bahwa mutasi yang dilaksanakan di pucuk pimpinan Kejaksaan Tinggi NTT itu sebagai sebuah rutinitas penyegaran dalam organisasi.

"Mutasi tersebut murni promosi dan kenaikan jabatan. Tidak ada sama sekali hubungannya dengan pengungkapan kasus korupsi di NTT termasuk kasus NTT Fair, Tour of Duty,” ungkapnya.

Hakim menerangkan bahwa Kejati Febrie Adriansyah yang telah bertugas selama 1 tahun dan 3 bulan di NTT mendapat promosi jabatan dengan mendapat tugas dan jabatan baru sebagai direktur penuntutan jaksa agung muda pidsus Kejaksaan Agung RI.

Menurutnya, jabatan di lingkungan kejaksaan paling lama dijabat selama dua tahun dan paling cepat minimal setahun.

"Untuk lingkup Kejati NTT, hanya beliau yang dimutasi. Yang jelas sudah ada SK pindah, hanya Sertijabnya yang belum," papar Hakim.

Tidak Terkait Pengungkapan Kasus NTT Fair

Terkait pandangan bahwa mutasi ini terjadi saat Kejati NTT sedang gencar mengungkap kasus mega korupsi termasuk kasus korupsi pembangunan gedung NTT Fair yang melibatkan mantan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, Abdul Hakim memberikan klarifikasi.

Ia mengatakan, indikasi tersebut tidak benar karena pergeseran jabatan atau mutasi dilaksanakan untuk banyak pejabat. Ia menerangkan bahwa banyak jabatan lowong karena ada pergeseran dan pergerakan pejabat sehingga perlu ada yang mengisi jabatan tersebut.

"Tidak ada kaitan dengan pengungkapan kasus korupsi. Karena SK-nya juga terjadi untuk banyak pejabat, kecuali kalau SK-nya beliau sendiri baru itu mungkin ada apa-apanya atau aneh. Tapi ini kan banyak, sekitar 15 sampai 20 orang yang bergerak," katanya.

Ia menegaskan, mutasi yang dilakukan ini semata mata merupakan bentuk promosi dan penyegaran.

"Bukan hanya beliau, kalau beliau sendiri ya patut diduga. Ini tidak ada hubungan dengan kasus, karena betul untuk penyegaran dan mengisi kekosongan karena direktur penuntutannya baik ke kelas satu," sanggahnya.

Lanjutkan Pengungkapan Kasus

Terkait proses pengungkapan beberapa kasus korupsi besar yang kini tengah ditangani pihaknya, ia menegaskan tetap akan dilanjutkan oleh pejabat baru.

"Akan dilanjutkan. Karena setiap pergantian, ada komitmen untuk tetap melanjutkan seluruh kerja yang berjalan, baik yang sedang lidik maupun sidik, semuanya tetap berjalan," tegasnya.

Dijelaskan, pejabat baru yang akan menggantikan Febri Ardiansyah yakni mantan Wakil Kejati DKI Jakarta, Pathor Rohman.

Meski demikian, terkait pelaksanaan serah terima jabatan, saat ini belum dikonfirmasi karena belum ada pemberitahuan dari Kejaksaan Agung. Menurutnya, Sertijab akan dilaksanakan di Jakarta dalam waktu dekat. 

--- Guche Montero

Komentar