Breaking News

REGIONAL Soroti Polemik Industri Semen di Manggarai Timur, TPDI: Bupati Agas Harus Jujur kepada Masyarakat 09 Apr 2020 13:34

Article image
Koordinator TPDI dan Advokat PERADI, Petrus Selestinus. (Foto: Dokpri PS)
"Pemimpin yang seringkali pro terhadap investasi dan mengabaikan hak dan kepentingan rakyat, cenderung korup," sorot Petrus.

BORONG, IndonesiaSatu.co-- Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) turut menyoroti wacana Bupati Bupati Manggarai Timur (Matim), Agas Andreas yangemgizinkan kehadiran PT. Singa Merah, sebuah Perusahan Swasta yang bergerak di bidang Industri Semen untuk membangun Tambang Semen di atas lahan seluas 505 Ha milik warga Lingko Lalok yang saat ini hendak dibebaskan guna memuluskan proyek tersebut.

Koordinator TPDI, Petrus Selestinus menilai Bupati Agas sudah tidak jujur dan tidak fair kepada Warga Lingko Lalok terutama soal informasi mengenai bahaya laten Industri Semen yang hadir di tengah pemukiman warga.

"Bupati Agas seharusnya jujur kepada masyarakat dan juga kepada PT. Singa Merah bahwa Industri Semen yang hendak dibangun, tidak akan menguntungkan masyarakat setempat yang hanya akan menjadi buruh kasar dengan gaji kecil standar UMR NTT yang sewaktu-waktu di PHK, sementara tanah miliknya sudah hilang. Sebaliknya, yang untung hanyalah pihak perusahaan," sorot Petrus dalam keterangan rilis kepada media ini, Kamis (9/4/20).

Petrus menerangkan bahwa polemik Industri Semen tersebut menambah polemik lain yang belum selesai yakni program pembangunan Lapangan Udara di Kota Komba, Manggarai Timur.

Ia menilai, sikap tolak warga Kampung Lingko Lalok, Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur terhadap kehadiran PT. Singa Merah sangat beralasan karena berkaitan dengan hak masyarakat atas lahan sebagai sumber hidup mereka.

"Masyarakat warga kampung Lingko Lalok yang menolak kehadiran PT. Singa Merah, ternyata lebih cerdas dan rasional dari Bupati Agas. Karena sikap tolak itu didasarkan pada keyakinan bahwa Industri Semen yang hendak dibangun itu tidak akan membawa keuntungan bagi masyarakat setempat, apalagi jaminan soal kesejahteraan," nilai Petrus.

Dampak Ekologis dan Sosiologis

Advokat Senior PERADI ini juga menghubungkan dampak lanjutan dari investasi (industri) terhadap keutuhan alam lingkungan dan dan potensi wabah penyakit seperti ISPA, TBC, Batuk, Flu bahkan kematian.

"Yang namanya industri (tambang), sudah masuk skala besar dengan potensi dampak yang besar. Jangan semata melihat wacana yang sekarang, namun dampak jangka panjang bagi masyarakat dan daerah.

Bupati Agas Tidak Jujur kepada Warga Lingko Lalok

Petrus berpandangan bahwa Bupati Agas telah bersikap tidak jujur kepada warganya, hanya dicekoki informasi tentang kesejahteraan semu, dengan iming-iming lapangan kerja yang tersedia.

"Benar bahwa ada lapangan kerja tetsedia, tetapi UMR-nya berapa, dan untuk lapangan kerja sampai pada level mana? Ini semua "angin surga" atau fatamorgana. Karena sejarah membuktikan bahwa kehadiran Industri Semen selalu membawa dampak buruk bagi masyarakat pemilik tanah dan warga sekitarnya yang sangat riskan terhadap penyakit," katanya.

Petrus mempertanyakan kebijaksaan seorang pemimpin (Bupati Agas, red), ketika warga diperhadapkan dengan perusahaan tambang Semen, justru terkesan hanya tampil sebagai makelar tanah tanpa memberikan perlindungan terhadap hak warga.

"Pemimpin yang seringkali pro terhadap investasi dan mengabaikan hak dan kepentingan rakyat, cenderung korup. Maka, ubahlah pendekatan terhadap warga, berpihaklah pada kepentingan dan kelangsungan hidup warga dengan memberikan edukasi soal bahaya laten dari Industri Semen," imbuhnya.

Petrus membandingkan pengalaman warga Cibinong, Bogor di sekitar PT. Indosement, PT. Semen Cibinong, Semen Gresik, PT. Semen Indonesia, dan lain-lain, membuktikan bahwa yang menjadi korban selalu penduduk di sekitar.

"Pengalaman masyarakat yang sudah menjadi korban kehadiran Pabrik Semen yang sudah ada, harusnya menjadi cermin bagi Bupati Agas, agar jangan mengorbankan kepentingan dan hak warga masyarakat hanya karena kepentingan jangka pendek," sarannya.

Oleh karena itu, ajak dia, mari kita bangun Gerakan Advokasi yang kuat di Jakarta untuk membentengi warga Lingko Lalok yang menolak Tambang Semen melawan PT. Singa Merah dan menolak sikap Bupati Agas yang pro terhadap Industri Tambang Semen di Manggarai Timur, NTT.

--- Guche Montero

Komentar