Breaking News

BERITA Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Ende Kembali Disebut sebagai Tonggak Penting Sejarah 23 Nov 2020 22:42

Article image
Anggota DPD RI asal NTT, Angelo Wake Kako (AWK) saat disambut secara Adat di Ende. (Foto: Lenterapos.com)
"Empat pilar kebangsaan ini harus terpatri dalam diri dan diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di tengah situasi dan ancaman radikalisme," kata Angelo.

ENDE, IndonesiaSatu.co-- Wakil Ketua MPR RI, Dr. Ahmad Basarah melakukan sosialisasi empat pilar kebangsaan secara virtual bagi masyarakat di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (19/11/2020).

Dalam sosialisasi virtual tersebut, politisi PDI Perjuangan ini menyebut Kabupaten Ende memiliki nilai sejarah penting dari tonggak sejarah nasional.

"Lahirnya nilai Pancasila ini berawal ketika Bung Karno (Soekarno, red) diasingkan di Kabupaten Ende. Sehingga Pancasila ini lahir di Kabupaten Ende yang sekarang telah menjadi dasar Negara Indonesia," ujarnya.

Untuk itu, kata dia, Empat Pilar Kebangsaan yang terdiri atas Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika, harus terus disosialisasikan agar terpatri dalam kehidupan masyarakat.

"Kondisi negara saat ini semakin tergerus oleh perkembangan zaman dan masuknya era globalisasi. Selain itu, paham radikalisme yang terus mengganggu situasi bangsa Indonesia saat ini. Maka sosialisasi empat pilar kebangsaan perlu terus dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat dan menjaga NKRI," ujar Basarah.

Gelora bagi Generasi Milenial

Kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan ini juga dihadiri oleh anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari NTT, Angelo Wake Kako (AWK) yang langsung bertatap muka dengan masyarakat Kabupaten Ende.

Pada kesempatan itu, Senator muda yang akrab disapa Angelo itu menegaskan bahwa empat pilar kebangsaan sangat penting sebagai dasar nilai kebangsaan yang sudah final dan tidak dapat ditawar lagi.

Senator Angelo pun mengajak generasi mileneal agar terus-menerus menggelorakan empat pilar kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

"Empat pilar kebangsaan ini harus terpatri dalam diri dan diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di tengah situasi dan ancaman radikalisme," kata Angelo.

Angelo berharap agar segenap elemen bangsa terus menanamkan empat pilar kebangsaan mulai dari lingkungan terdekat; baik itu rumah, sekolah, dan lingkungan sosial.

"Kita harus terus merawat nilai-nilai luhur bangsa dalam bingkai NKRI. Ancaman perpecahan harus dilawan dengan semangat bersama sebagai warga bangsa yang ber-Bhineka Tunggal Ika. NKRI adalah rumah kita bersama," tandas Angelo.

--- Guche Montero

Komentar