Breaking News
  • Divestai Tuntas, Freeport Ganti Status Menjadi IUPK
  • IHSG menguat menyusul akumulasi beli investor asing
  • Jawa Barat diantisipasi dalam Pemilu 2019 karena miliki pemilih paling banyak
  • Libur Natal 2018, 71 Outlet BNI Tetap Beroperasi
  • Menperin: industri tak terdampak tsunami Selat Sunda

EKONOMI Sri Mulyani: Gejolak Eksternal, Ekonomi Indonesia Tahun 2018 Tetap Positif 03 Jan 2019 12:53

Article image
Menkeu Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Ist)
Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi tersebut, menurut Menkeu, juga telah berhasil menciptakan lapangan kerja, mengurangi tingkat pengangguran, dan menurunkan tingkat kemiskinan serta ketimpangan.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Perekonomian Indonesia sepanjang tahun 2018 mampu menunjukkan capaian positif. Capaian ini mengesankan meskipun perekonomian domestik sempat mengalami tekanan yang bersumber dari gejolak eksternal akibat perang dagang dan normalisasi kebijakan moneter Amerika Serikat (AS).

“Perekonomian nasional tahun 2018 diperkirakan dapat tumbuh sekitar 5,15 persen, lebih tinggi dibanding tahun 2017 yang tumbuh 5,07 persen,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam keterangan pers, di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (2/1/2018) sore.

Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi tersebut, menurut Menkeu, juga telah berhasil menciptakan lapangan kerja, mengurangi tingkat pengangguran, dan menurunkan tingkat kemiskinan serta ketimpangan.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), Menkeu menyebutkan tingkat pengangguran per Agustus 2018 turun menjadi sebesar 5,34 persen dari posisi yang sama tahun 2017 sebesar 5,50 persen. Sementara tingkat kemiskinan Indonesia per Maret 2018 turun menjadi 9,82 persen dari sebelumnya 10,64 persen pada 2017, dan koefisien gini membaik dari 0,393 pada 2017 menjadi 0,389 pada 2018.

“Berbagai terobosan program pengentasan kemiskinan dan perlindungan sosial yang dijalankan Pemerintah berkontribusi positif dalam perbaikan indikator kesejahteraan,” pungkasnya.

--- Redem Kono

Komentar