Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

PENDIDIKAN Sri Mulyani: Penelitian adalah Bentuk Komitmen Indonesia Menciptakan Budaya Unggul 12 Jan 2018 00:56

Article image
Menkeu Sri Mulyani Indrawati saat memberikan sambutan pada acara Joint Announcement and Awarding Ceremony di Perpustakaan Nasional, Jakarta (11/01). (Foto: ist)
“Penelitian dasar adalah salah satu bentuk komitmen suatu negara untuk bisa terus menciptakan budaya unggul bagi suatu negara dalam meningkatkan kesejahteraan atau bahkan peradaban negara tersebut..."

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Sebagai negara berkembang, Indonesia terus berupaya untuk memupuk komitmen dalam bidang pengetahuan termasuk pendidikan dan penelitian.

“Penelitian dasar (fundamental) adalah salah satu bentuk komitmen suatu negara untuk bisa terus menciptakan budaya unggul bagi suatu negara dalam meningkatkan kesejahteraan atau bahkan peradaban negara tersebut,” papar Menkeu Sri Mulyani Indrawati saat memberikan sambutan pada acara Joint Announcement and Awarding Ceremony, Kamis (11/01) di Perpustakaan Nasional, Jakarta. 

Pada acara yang bertemakan “Empowers The Culture of Excellence in Research”, Dana llmu Pengetahuan Indonesia (DIPI) bersama Newton Fund mengumumkan 11 proyek kolaborasi riset dasar terpilih dalam berbagai topik prioritas.

Adapun tema 11 proposal tersebut adalah enam bidang tropical disease, dua proposal gambut dan mangrove, dua polusi udara dan kebakaran hutan dan satu astronomi yang fokus pada membangun kapasitas bidang sains rekayasa teknik dan matematik bagi guru dan pelajar SMA negeri di daerah Nusa Tenggara Timur.

“Saya senang hari ini sudah dibuka suatu inisiatif untuk menjalankan research bersama yang bertaraf internasional. Kolaborasi melalui Newton Fund dengan Medical Research Council dan Research Council UK adalah bentuk kolaborasi yang sangat baik untuk menjawab baik sisi kualitas dan maupun dalam membangun network internasional,” jelas Menkeu.

Sementara Direktur Eksekutif DIPI, Dr. Teguh Rahardjo mengatakan, pendanaan DIPI yang didukung oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu), bersama dengan Newton Fund akan menyalurkan sekitar 5,5 juta Poundstreling selama 2 sampai 3 tahun ke depan untuk mendanai 11 proyek terpilih.

“Indonesia yang maju, Indonesia yang percaya diri, Indonesia yang optimis adalah aset bagi dunia. Kita tidak hanya punya kewajiban buat rakyat Indonesia tetapi juga dunia untuk membuat dunia ini makin baik dengan kehadiran negara Indonesia yang tertata dan dikelola dengan baik,” pungkasnya.

--- Sandy Romualdus

Komentar