Breaking News
  • BI: penurunan suku bunga mendorong intermediasi perbankan
  • BI: penurunan suku bunga sudah perhitungkan FFR
  • Perusahaan China bidik sejumlah proyek infrastruktur di Indonesia
  • Petambak Lombok berpenghasilan Rp20 juta per bulan
  • Tiga BUMN kembangkan pelabuhan dukung Tol Laut

REGIONAL Staf Khusus Presiden Benarkan Kabar Bergabungnya Panglima OPM ke NKRI 05 Sep 2017 08:21

Article image
Staf Khusus Presiden untuk Wilayah Papua Lenis Kogoya. (Foto: Ist)
Lenis menjamin menyebut OPM di kawasan pegunungan tidak akan melakukan gerakan separatisme. Ini karena apresiasi mereka terhadap perhatian Jokowi ke Papua.

JAKARTA, IndonesiaSatu.coStaf Khusus Presiden untuk Wilayah Papua Lenis Kogoya membenarkan kabar kembalinya Panglima Militer Organisasi Papua Merdeka (OPM) Yapen Timur, Kris Nussy ke pangkuan NKRI.

Namun demikian, Lenis belum bisa menjelaskan secara detail proses kembalinya panglima OPM Yapen Timur itu ke NKRI.

"Yapen (Timur) itu, saya belum bisa menyampaikan laporan lengkap. Tetapi informasi itu (panglima OPM Yapen Timur) memang tahu," kata Lenis saat ditemui di Gedung Kemenko Polhukam, Gambir, Jakarta, Senin (4/9/2017).

Lenis mengaku belum memperoleh laporan resmi mengenai Panglima OPM Yapen Timur bergabung lagi dengan NKRI.

Namun, dia memastikan semua anggota separatis OPM di wilayah pegunungan Papua telah menyerah dan kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.

"Belum ada laporan resmi masuk. Kalau di gunung sudah oke, saya bisa jawab karena bisa komunikasi baik," ujar dia.

Lenis juga memastikan para separatis di wilayah pegunungan tersebut mendukung program pembangunan  di Papua.

"Mereka pasti jaga pemerintah, mereka sudah menyatakan siap mendukung pemerintah untuk pembangunan Papua. Mereka siap dukung pemerintah, mereka senang (dengan pembangunan di Papua), makanya nggak ada pergerakan (separatis) sampai hari ini," ungkapnya.

Lenis menjamin menyebut OPM di kawasan pegunungan tidak akan melakukan gerakan separatisme. Ini karena apresiasi mereka terhadap perhatian Jokowi ke Papua.

"Kalau di gunung oke. Saya bisa jawab. Mereka pasti jaga pemerintah karena mereka sudah menyatakan siap mendukung pemerintah untuk pembangunan masalah papua. Mereka senang dengan pemerintah itu kenapa tidak ada pergerakan sampai hari ini," pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan detik.com, Panglima Tentara Pembebasan Nasional - Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) Yapen Timur Kris Nussy alias Corinus Sireri bersama anak buahnya menyerahkan diri pada Selasa (15/8/2017). Corinus mengaku baru menyadari bahwa ia dan anak buahnya telah ditipu oleh pihak-pihak kelompok OPM di Papua yang menyatakan perjuangan mereka akan menghasilkan kemerdekaan Papua.

"Selama ini kami ditipu. Kami capek berjuang di hutan tetapi tidak ada yang kami dapatkan," ujar Corinus usai menyerahkan 12 pucuk senjata kepada Kabinda Papua dan Tim Maleo, Kodam XVII Cenderawasih di bukit Wadafi kampung Mamarimp, Distrik Wadamomi, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, Selasa (15/8/2017).

Corinus menyebut perjuangannya selama 20 tahun terakhir tak membuahkan hasil. Perjuangannya tersebut malah hanya menuai kebencian rakyat Papua.

"Semua itu hanya tipu-tipu. Perjuangan kami selama 20 tahun tidak menghasilkan apa-apa, malah kami dibenci masyarakat kami sendiri," katanya.

Lebih lanjut Corinus mengatakan aksi menyerahkan diri itu bukan pertama kali dilakukan. Sebelumnya, kata Corinus, ada 75 orang anak buahnya yang telah lebih dulu melakukan hal itu.

"Anak buah saya sudah dua kali menyerahkan diri, pertama 30 orang menyerahkan diri kepada Bupati Kepulauan Yapen, kedua sebanyak 35 orang juga kepada Bupati. Dan terkahir menyerahkan diri saya dengan 12 orang yang selalu mengikuti saya," kata Corinus.

Setelah menyerahkan diri, Corinus pun meminta pemerintah Papua untuk memberi ia dan anak buahnya motor tempel dan mesin sensor kayu (chainsaw). Permintaan itu ia sampaikan agar anak buahnya bisa kembali hidup normal dan memiliki pekerjaan.

--- Redem Kono

Komentar