Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

INTERNASIONAL Studi Terbaru, Remaja Belanda Paling Bahagia di Dunia 20 Jun 2018 11:01

Article image
Yara Agterhof (kiri), Saffron Jones (kanana), dan Dani Karremans di sekolah mereka di dekat Rotterdam, Belanda. (Foto: The Guardian)
Anak-anak Belanda memiliki lingkungan yang positif di rumah, dengan teman dan juga di sekolah. Orang tua Belanda memberikan banyak dukungan dan kontrol seperlunya.

SURVEI baru-baru ini  menyebut Belanda sebagai negara dengan tingkat kepuasan dan kebahagiaan kaum remaja tertinggi di antara negara-negara anggota Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi atau Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).

Kondisi ini kontras dengan negara-negara lain seperti Inggris di mana para remajanya mengalami depresi dan ketidaktenangan hidup. Remaja Amerika Serikat juga mengalami yang sama seperti di Inggris.

Apa yang menyebabkan negara berpenduduk 17 juta jiwa dengan latar sejarah Calvinisme dan kolonisasi atas negara-negara lain seperti Indonesia berada pada tingkat tertinggi dalam hal kebahagiaan warganya terutama kaum muda?

Dr Simone de Roos, seorang peneliti dari Netherlands Institute for Social Research (SCP), mengatakan kepuasan hidup di kalangan remaja Belanda tidak pernah turun sejak 2013.

“Saya kira anak-anak Belanda pada umumnya memiliki interaksi yang positif dalam lingkungan sosial mereka,” kata De Roos seperti dikutip The Guradian (17/6/2018).

“Mereka memiliki lingkungan yang positif di rumah, dengan teman dan juga di sekolah. Orang tua Belanda memberikan banyak dukungan dan kontrol seperlunya. Ada iklim yang egaliter, guru yang tidak otoriter tapi menerima perasaan siswa dan murid percaya kepada guru-guru mereka.”

Menurut  studi yang dilakukan Health Behaviour in School-aged Children (HBSC) atas anak-anak berumur 11, 13 dan 15, memperlihatkan bahwa kaum muda Belanda bahagia. Ketika mereka diminta untuk memberikan skor tingkat kebahagiaan antara 0 hingga 10, sekitar 94% dari anak laki-laki Belanda memberikan di atas enam. Anak-anak perempuan Belanda agak sedikit lebih di bawah, antara 84% hingga 92%.

Menurut laporan tersebut, kaum muda Belanda juga berada di lima besar dalam hal urusan makan pagi, menonton TV lebih dari dua jam dalam sepekan, memiliki teman kelas yang baik dan suka membantu – dan di bawah lima besar dalam hal kelebihan berat badan, seks sebelum usia 15 tahun, dan merasa tertekan dengan tugas sekolah. Mereka juga rata-rata kurang mengalami di-bully dan berkomunikasi baik dengan orang tua mereka.

--- Simon Leya

Komentar