Breaking News

HANKAM Sudah Tujuh Prajurit TNI AD Dihukum Kasus “Nyinyir” Kepada Wiranto 15 Oct 2019 17:17

Article image
Komandan Distrik Militer 1417/Kendari, Kolonel Hendi Suhendi dicopot dari jabatannya dan ditahan akibat komentar istrinya di media sosial. (Foto: ist)
Sejauh ini Mabes TNI AD telah menghukum tujuh prajuritnya, baik karena kesalahan sendiri maupun “nyinyir” yang dilakukan istri-istri mereka.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa tidak memberikan toleransi kepada prajuritnya yang “nyinyir” sehubungan dengan insiden penikaman terhadap Menko Polhukam Wiranto.

Sejauh ini Mabes TNI AD telah menghukum tujuh prajuritnya, baik karena kesalahan sendiri maupun “nyinyir” yang dilakukan istri-istri mereka.

Menurut Andika, ketujuh tujuh prajurit TNI AD dihukum disiplin militer dengan membebastugaskan mereka dari kedinasan.

"Sampai dengan hari ini Angkatan Darat sudah memberikan sanksi kepada tujuh orang total anggotanya,” kata Andika kepada awak media di Mabes TNI AD, Jakarta Pusat, Selasa (15/10/2019).

Hukuman untuk ketujuh prajurit TNI AD itu tak hanya dicopot dari jabatan mereka. Sebab, mereka juga menjalani penahanan antara 12 hingga 21 hari.

“Kepada mereka kami lepas dari jabatannya, karena ini memang satu konsekuensi," ucap dia.

Andika memerinci, tujuh prajurit TNI AD yang dihukum tersebar di berbagai satuan. Antara lain dari Kodim Kendari dua orang, serta dari Korem Padang, Kodim Wonosobo, Korem Palangkaraya, Kodim Banyumas, dan Kodim Mukomuko masing-masing satu orang.

"Hukuman disiplin ini sebetulnya adalah pembinaan karena sebetulnya opsi yang kami punya itu ada beberapa. Ada hukuman disiplin militer itu yang paling ringan, kemudian ada hukum pidana militer," tutur mantan Pangkostrad itu seperti dilansir JPNN.com.

Menurut dia, enam dari tujuh prajurit TNI AD mendapatkan hukuman karena istri mereka menyebar informasi bernuansa provokasi terkait peristiwa penusukan Wiranto.  Adapun satu orang lainnya mendapatkan hukuman karena menyebar informasi bernada provokatif terkait penusukan Wiranto.

"Disiplin militer (dijatuhkan) karena tidak menjaga dan tidak melakukan perintah sesuai yang diperintahkan sejak tahun lalu," ucap dia.

--- Simon Leya

Komentar